Geger, Mayat Ditemukan Membusuk Kondisi Duduk Seperti Tahiyat Akhir di Kebon Jeruk

Dythia Novianty, Faqih Fathurrahman

Sabtu, 19 Juli 2025 | 15:49 WIB
Geger, Mayat Ditemukan Membusuk Kondisi Duduk Seperti Tahiyat Akhir di Kebon Jeruk
Ilustrasi penemuan mayat. (unsplash/john hendrick)

Suara.com - Warga Kebon jeruk dibuat geger dengan penemuan mayat yang diketahui sudah membusuk di sebuah gubuk.

Mayat yang diketahui berjenis kelamin pria itu ditemukan dalam posisi duduk selayaknya orang sembahyang.

"Kondisinya udah membusuk, kaki tinggal tulang. Posisinya gimana si kakinya kayak orang sembahyang, kayak tahiyat akhir gitu," ujar Satria, petugas Sumber Daya Air Kebon Jeruk, Sabtu (19/7/2025).

Dia pun membeberkan proses penemuan mayat yang bersumber dari bau busuk di tempat kejadian perkara (TKP) dan sudah ramai dikerumun warga.

"Posisi udah ramai, udah banyak warga ada sekitar enam orang lah di pagar sana itu yang ada kandang kambing," ucapnya.

Kemudian, warga memanggil Satria untuk segera memeriksa bau menyengat yang berasal dari sebuah gubuk.

ilustrasi mayat. Hukum mendoakan orang mati bunuh diri dalam Islam. [pixabay]
ilustrasi mayat. [pixabay]

"Warga minta tolong sama saya dipanggil lah saya, ada warga juga loncat dari pagar. Nah, saya itu minta didampingi untuk ngecek biar ada saksi. Nah di cek sama saya berdua ke TKP, tapi saya juga nggak berani deket-deket. Nah ternyata bau aroma busuk itu ya ternyata mayat," jelasnya.

Menurut dia, mayat yang ditemukan dalam posisi duduk layaknya sedang duduk tahiyat akhir dalam gerakan sholat.

Satria mengaku tidak mengetahui siapa mayat pria itu tapi dari keterangan warga setempat, pria itu adalah seorang suami yang kerap menerima kiriman makanan dari istrinya.

baca juga

Pasalnya, dia menemukan makanan yang tergantung.

"Ini ada bekas makanan dari istrinya digantung tuh bekasnya. Saya juga kata warga, kalau istrinya masih suka ngasih makan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha Ferdianto memberikan kabar terbarunya.

"Unuk penemuan mayat diduga karena sakit. Saat ini masih dalam penyelidikan lanjut. Nant informasikan kelanjutannya," katanya kepada Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuma Pakai Celana Dalam, Heboh Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung usai Jakarta Kebanjiran: Dibunuh?

Cuma Pakai Celana Dalam, Heboh Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung usai Jakarta Kebanjiran: Dibunuh?

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 19:12 WIB

Diplomat Kemlu Tewas Terbungkus Lakban, Polisi Temukan Fakta Baru usai Periksa Pasutri Penjaga Kos?

Diplomat Kemlu Tewas Terbungkus Lakban, Polisi Temukan Fakta Baru usai Periksa Pasutri Penjaga Kos?

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 13:06 WIB

Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Taman, KPAI Pertanyakan Siapa Tanggung Jawab?

Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Taman, KPAI Pertanyakan Siapa Tanggung Jawab?

News | Minggu, 06 Juli 2025 | 12:00 WIB

Bocah Tewas Kesetrum di Taman Radio Dalam, KPAI Minta Pemda Evaluasi Keamanan Ruang Publik

Bocah Tewas Kesetrum di Taman Radio Dalam, KPAI Minta Pemda Evaluasi Keamanan Ruang Publik

News | Minggu, 06 Juli 2025 | 11:18 WIB

Geger! Bocah 5 Tahun Tewas Gosong di Taman Radio Dalam Jaksel, Apa Penyebabnya?

Geger! Bocah 5 Tahun Tewas Gosong di Taman Radio Dalam Jaksel, Apa Penyebabnya?

News | Sabtu, 05 Juli 2025 | 13:11 WIB

Mayat Balita RF Ditaruh Pembunuhnya di Teras Masjid, Keluarga Korban Harus Dapat Keadilan!

Mayat Balita RF Ditaruh Pembunuhnya di Teras Masjid, Keluarga Korban Harus Dapat Keadilan!

News | Minggu, 15 Juni 2025 | 17:53 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×