Menkeu Tolak Pembayaran Utang Kereta Cepat Pakai APBN, Prof. Sulfikar: 95 Persen Ini Maunya Prabowo

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 20 Oktober 2025 | 17:29 WIB
Menkeu Tolak Pembayaran Utang Kereta Cepat Pakai APBN, Prof. Sulfikar: 95 Persen Ini Maunya Prabowo
Penumpang menunnggu kereta cepat di peron Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Abdan Syakura)
baca 10 detik
  • Sulfikar Amir menyoroti bahwa masalah keuangan dalam proyek kereta cepat adalah efek dari inti proses pengambilan keputusan.
  • Menurutnya Jokowi agak naif kalau soal teknologi.
  • Sulfikar juga menyinggung hasil survei tahun 2022 yang menunjukkan bahwa hanya sekitar 6-7% responden yang sering menggunakan KCJB.

Suara.com - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dan Ibu Kota Nusantara (IKN) disebut-sebut sebagai dua masalah besar peninggalan rezim Joko Widodo yang mendesak untuk diaudit dan dimintai pertanggungjawabannya.

Demikian disampaikan Prof. Sulfikar Amir, akademisi sosiolog dari Nanyang Technological University of Singapore (NTU), dalam wawancaranya di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up akar-akar masalah dalam proyek tersebut.

Sulfikar Amir menyoroti bahwa masalah keuangan dalam proyek kereta cepat adalah efek dari inti proses pengambilan keputusan yang sangat politik sifatnya.

Ia juga mengkritik kecenderungan Jokowi yang naif tentang persoalan teknologi, yang berpikir kereta cepat buatan China adalah yang paling maju setelah terpesona saat diajak naik kereta cepat oleh Presiden Cina, Xi Jinping.

"Jokowi ini kan agak naif ya kalau soal teknologi ya. Jadi dia pikir kereta cepat buatan China itu adalah yang udah paling maju," ujar Sulfikar, dikutip Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan bahwa Jokowi punya kecenderungan berhalusinasi tentang masa depan Indonesia yang akan lebih baik, namun kapasitas intelektualnya itu tidak mencukupi untuk memahami itu.

Sulfikar juga menyinggung hasil survei tahun 2022 yang menunjukkan bahwa hanya sekitar 6-7% responden yang sering menggunakan KCJB, sementara 47% mengatakan "kalau butuh saja" dan 33% "mau coba sekali."

Menurutnya data ini harus menjadi peringatan awal bagi pemerintah akan potensi kurangnya penumpang.

Menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membayar utang KCJB menggunakan APBN, Sulfikar menduga ini adalah sinyal kuat dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.

baca juga

"95% ini maunya Prabowo," katanya.

Ia juga menekankan bahwa tidak mungkin Menkeu Purbaya bisa membuat keputusan tersebut tanpa mendapat dukungan dari Presiden Prabowo.

"Enggak mungkinlah Menteri Keuangan mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menanggung satu proyek sementara presidennya sendiri tidak tahu,” ucapnya.

Sulfikar menegaskan bahwa proyek seharusnya diaudit agar akar permasalahannya bisa diketahui.

"Proyeknya harus diaudit, Bang. Supaya tahu akar masalahnya," katanya.

Ia juga mempertanyakan mengapa proyek ini diberikan kepada China padahal studi kelayakan komprehensif dilakukan oleh Jepang.

Ia menekankan perlunya pertanggungjawaban dari Jokowi sebagai "penanggung jawab tertinggi" atas keputusan politik yang membebani negara.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Dugaan Mark Up Proyek Whoosh, KPK Ngaku Tak Hanya Tunggu Laporan Mahfud MD

Soal Dugaan Mark Up Proyek Whoosh, KPK Ngaku Tak Hanya Tunggu Laporan Mahfud MD

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 12:54 WIB

Ditantang Lapor Kasus Korupsi Kereta Whoosh, Mahfud MD Sentil Balik KPK: Agak Aneh Ini

Ditantang Lapor Kasus Korupsi Kereta Whoosh, Mahfud MD Sentil Balik KPK: Agak Aneh Ini

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:11 WIB

Ignasius Jonan Sekarang Menjabat Apa? Ingat Lagi Katanya Soal Kereta Cepat

Ignasius Jonan Sekarang Menjabat Apa? Ingat Lagi Katanya Soal Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:03 WIB

Menkeu Purbaya Restui Pembangunan Ponpes Al Khoziny dari APBN, Tunggu Arahan Cak Imin

Menkeu Purbaya Restui Pembangunan Ponpes Al Khoziny dari APBN, Tunggu Arahan Cak Imin

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 21:02 WIB

Bos Danantara Tegaskan Belum Ada Opsi yang Diambil dalam Pelunasan Utang Kereta Cepat

Bos Danantara Tegaskan Belum Ada Opsi yang Diambil dalam Pelunasan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:10 WIB

Terkini

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:03 WIB

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:00 WIB

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:55 WIB

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:52 WIB

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:49 WIB

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:45 WIB

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

DPR | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:44 WIB

×