Pentagon mengakui bahwa penyelidikan internal sedang berlangsung untuk menentukan penyebab pasti serangan tersebut. Pejabat militer menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah secara sengaja menargetkan fasilitas sipil seperti sekolah. Namun mereka juga tidak membantah kemungkinan adanya kesalahan intelijen.
Beberapa anggota parlemen Amerika Serikat bahkan mendesak investigasi independen karena insiden ini berpotensi melanggar hukum perang internasional jika terbukti menyerang target sipil.
5. Dunia Internasional Mengecam Serangan terhadap Sekolah
Serangan terhadap sekolah di Minab memicu kecaman luas dari organisasi internasional dan aktivis kemanusiaan. Banyak pihak menegaskan bahwa sekolah adalah fasilitas sipil yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional, sehingga serangan terhadapnya dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Tokoh internasional bahkan menyerukan pembentukan mekanisme hukum yang lebih kuat untuk menghukum pelaku serangan terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata. Tragedi ini juga menimbulkan gelombang protes di berbagai negara yang menuntut transparansi dan pertanggungjawaban.
Pengeboman sekolah di Minab menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam konflik Iran 2026. Serangan yang menewaskan ratusan orang, terutama anak-anak memicu kecaman global dan membuka kembali perdebatan tentang perlindungan warga sipil dalam perang.
Di tengah kontroversi tersebut, respons Presiden Donald Trump yang mengaku tidak mengetahui laporan investigasi militer semakin memperbesar sorotan publik. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini. Yang jelas, insiden ini kembali mengingatkan dunia bahwa konflik bersenjata sering kali meninggalkan korban paling rentan: anak-anak dan warga sipil.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Baca Juga: 5 Fakta Kedubes AS Dibom di Oslo, Tiga Bersaudara Ditangkap Polisi