- Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menanggapi keluhan masyarakat Jakarta terkait kemacetan akibat proyek galian pipa pada Selasa (21/4/2026).
- Proyek infrastruktur pipa tetap dikebut demi meningkatkan jangkauan layanan air bersih bagi seluruh warga di wilayah ibu kota.
- PAM Jaya mengklaim cakupan layanan telah melampaui 80 persen meskipun masih terdapat kendala teknis kebocoran di beberapa lokasi.
Suara.com - Layanan PAM Jaya belakangan mendapat sorotan tajam dari masyarakat akibat galian proyek pipa yang memicu kemacetan hingga lubang jalan yang membahayakan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengakui pihaknya menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan antara pengerjaan infrastruktur baru dan menjaga pasokan air tetap berjalan.
"Airnya tetap harus mengalir, sementara pipa barunya harus dibangun. Jadi, nggak gampang juga ini," ujarnya di Komplek DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Ia menyadari betapa masifnya keluhan warga yang merasa terganggu oleh proyek perluasan jangkauan pipa yang sedang dikebut.
"Sedikit aja macet kan sudah banyak yang teriakin gitu. Dengan kondisi ini, ya memang saya cuma minta sama tim, jangan baper," lanjut Arief.
Meski menghadapi cercaan publik, ia tetap menginstruksikan jajarannya untuk bekerja keras demi pertumbuhan layanan air bersih ibu kota di masa depan.
"Memang saya bilang, better late than never gitu ya. Lebih baik kami saat ini nggak apa-apa dihajar, dipukul, dikritisi. Itu refleksi kami, tapi tetap aja harus bergerak, bekerja," tegas Arief.
Ia mengklaim bahwa tanpa adanya pengerjaan proyek-proyek tersebut, jangkauan layanan air bersih di Jakarta tidak akan pernah mengalami pertumbuhan yang signifikan.
"Kalau nggak, layanannya nggak akan tumbuh. Layanan kami signifikan loh tumbuhnya. Di 3-4 tahun ini, kami sudah melebihi dari 20 persen, kan tumbuh gitu," tambahnya.
Arief turut memaparkan bagaimana mayoritas warga Jakarta sebenarnya sudah merasakan dampak positif dari peningkatan layanan air PAM Jaya, meski suara mereka jarang terdengar.
"Tingkat layanan air PAM Jaya, walaupun masih ada yang kurang sana sini, tapi mostly secara layanan itu sudah over dari 80 persen. Cuma mereka yang sudah terpuaskan sama pelayanan kami, kan nggak bicara ya. Jadi, layanan kami sudah semakin bagus, komplainnya semakin sedikit," katanya.
Meski tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan seperti kebocoran pipa yang terkadang menghambat distribusi air ke rumah pelanggan secara mendadak, ia tetap berpegang pada data bahwa layanan PAM Jaya sudah memuaskan.
"Memang ada accidentally kebocoran pipa, tapi itu memang bagian dari memang hal-hal teknis yang memang selalu kami hadapi tiap harinya. Tapi layanan kami sudah semakin lebih baik," jelas Arief.
Di akhir keterangannya, orang nomor satu di PAM Jaya itu meminta timnya menjadikan kritik sebagai sarana cermin untuk mengevaluasi kinerja perusahaan.
"Saya minta sama tim, tetap bekerja. Biarkan urusan yang criticizing itu menjadikan mirroring untuk kami tetap harus mengoreksi diri," pungkasnya.