Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
Amal Khalil (MME)
  • Jurnalis senior Amal Khalil tewas akibat serangan udara ganda militer Israel di Al-Tayri.

  • Korban dikenal sebagai wartawan pemberani yang konsisten mendokumentasikan dampak agresi di Lebanon.

  • Pemerintah Lebanon mengutuk peristiwa ini sebagai kejahatan perang dan menuntut keadilan internasional.

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas semua yang dia lakukan untuk kami jurnalis muda,” ungkap Hussein Chaabane.

Bagi Amal, jurnalisme adalah alat perjuangan untuk membela hak-hak warga sipil yang tertindas.

“Dia begitu murah hati bahkan jika kami adalah pesaing. Dia tidak pernah ragu dalam berbagi kontak, sebuah kunci – dan dia memiliki semua kunci di selatan,” tambah Chaabane.

Meski memiliki kesempatan untuk menjauh dari zona bahaya, ia memilih tetap berada di sisi masyarakat.

“Dia mengenalnya seperti telapak tangannya sendiri dan dia membagikan cinta serta dedikasi ini kepada semua orang yang membutuhkannya,” jelas rekan sejawatnya.

Perdana Menteri Nawaf Salam secara tegas menyebut tindakan ini sebagai kejahatan perang yang nyata.

Suara Kebenaran yang Tak Terbungkam

Pemerintah Lebanon berkomitmen untuk membawa kasus pembunuhan ini ke jalur hukum internasional demi keadilan.

“Pembunuhan Amal adalah pembunuhan terhadap seorang perempuan perlawanan,” tegas pembuat film Bachir Abou Zeid.

Amal dipandang sebagai ancaman oleh pihak militer karena dokumentasinya yang sangat akurat tentang infrastruktur sipil.

Israel membunuhnya karena dia adalah jurnalis perlawanan, bukan sekadar karena dia seorang jurnalis,” lanjut Abou Zeid.

Kini, warisan karyanya menjadi bukti sejarah yang akan terus hidup meskipun raganya telah tiada.

Selama bertahun-tahun, Amal menolak untuk tunduk pada batasan wilayah yang ditetapkan oleh pasukan penjajah.

“Tidak sedetik pun Amal mematuhi instruksi Israel tentang ke mana dia bisa pergi,” kata Abou Zeid.

Cintanya pada tanah air jauh melampaui aturan konvensional dalam menjalankan profesi yang penuh risiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:01 WIB

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB