Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:05 WIB
Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar
AS membangun fasilitas karantina Ebola di Kenya dan melarang warga negaranya yang bergejala pulang. (Istimewa)
baca 10 detik
  • AS membangun fasilitas karantina di Kenya untuk mengisolasi warganya yang terpapar virus Ebola.

  • Warga AS yang menunjukkan gejala Ebola dilarang pulang dan akan dievakuasi ke negara ketiga.

  • Kebijakan isolasi di luar negeri ini menuai kritik tajam dari para pakar kesehatan internasional.

"Kami ingin memastikan bahwa warga Amerika di lapangan di sana mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan dengan cepat dan efisien," kata seorang pejabat. "Namun lebih dari itu, pemerintah juga bekerja... untuk memastikan bahwa warga Amerika di sini di Amerika Serikat tidak tertular penyakit tersebut."

Fasilitas dengan kapasitas awal 50 tempat tidur ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada hari Jumat. Rencana pengembangan ke depan mencakup penambahan unit biokontaimen dan ruang isolasi khusus.

Petugas dari Layanan Kesehatan Masyarakat AS akan dikerahkan untuk memimpin perawatan medis di fasilitas tersebut. Mereka dibekali dengan terapi antibodi monoklonal dan obat antivirus remdesivir produksi Gilead.

Namun, kebijakan mengisolasi pasien di Kenya ini memicu gelombang kritik keras dari sejumlah pakar kesehatan masyarakat. Mereka menilai pasien akan mendapat perawatan jauh lebih baik jika dibawa ke pusat medis darurat di AS atau Jerman.

Para ahli juga khawatir kebijakan karantina luar negeri ini akan menurunkan minat para dokter untuk menjadi sukarelawan. Pembatasan ini dianggap bisa memperlambat respons kemanusiaan global di wilayah pusat wabah.

Pengetatan jalur evakuasi ini mencuat setelah seorang misionaris medis asal AS terkonfirmasi positif Ebola di DRC. Pasien tersebut terpaksa dilarikan ke Jerman untuk mendapatkan perawatan intensif bersama lima orang lainnya.

Proses evakuasi misionaris tersebut sempat tertunda lama karena adanya penolakan internal dari pihak Gedung Putih. Berdasarkan laporan media, penundaan terjadi akibat keengganan pemerintah mengizinkan pasien infeksi menginjakkan kaki di tanah AS.

Hingga saat ini, lonjakan kasus infeksi di Afrika Timur terus memburuk dengan total ratusan kematian yang dicurigai akibat Ebola. Situasi krusial inilah yang memicu Washington mengambil kebijakan isolasi luar negeri yang belum pernah terjadi sebelumnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:04 WIB

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:13 WIB

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:43 WIB

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 18:41 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 18:40 WIB

×