- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mengungkapkan penggunaan dana donasi masyarakat untuk aksi unjuk rasa di Jakarta pada 20 hingga 28 Agustus 2026.
- Koordinator AMPB Mas Botok menyatakan dana tersebut digunakan untuk mengawal pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
- Bendahara AMPB Novi mengumumkan sisa saldo dana donasi tersebut berjumlah Rp161.790.000 sebagai bentuk transparansi keuangan kepada publik.
Suara.com - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengungkap sisa dana donasi yang dihimpun untuk mendukung kegiatan mereka dalam mengawal aspirasi masyarakat Indonesia.
Penghitungan dana tersebut disampaikan setelah rangkaian aksi yang dilakukan di Jakarta pada 20-28 Agustus 2026.
Koordinator AMPB, Mas Botok, mengatakan dana yang terkumpul berasal dari donasi masyarakat dan digunakan untuk mendukung perjuangan mereka terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
"Siang ini kita sudah menghitung hasil donasi dari seluruh rakyat Indonesia. Terima kasih donasinya, semoga bermanfaat, berkah, barokah, manfaat," kata Botok, dikutip dari akun Instagram Paijan Jawi, Senin (7/9/2026).
Botok menjelaskan, dana tersebut diperuntukkan bagi kegiatan AMPB dalam mengawal aspirasi yang mereka bawa.

"Ini hasil donasi ini untuk kegiatan kita ya untuk mengawal aspirasi rakyat Indonesia yaitu satu, sahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan dua, hukum mati koruptor," ujarnya.
Bendahara AMPB, Novi, kemudian menyampaikan hasil penghitungan dana sekaligus rincian saldo yang tersisa setelah dikurangi pengeluaran selama kegiatan di Jakarta.
"Jadi total saldo setelah dikurangi pengeluaran pada waktu di Jakarta dan mulai kita aksi, mulai dari 20-28 Agustus ada sisa saldo Rp161.790.000," kata Novi.
Ia menegaskan dana tersebut merupakan sisa donasi yang dihimpun atas nama AMPB.
"Sekali lagi, sisa saldo yang dibawa rekan-rekan atas nama AMPB, donasi dari seluruh rakyat Indonesia, Rp161.790.000," ujarnya.
Novi menyebut penyampaian jumlah saldo tersebut merupakan bagian dari keterbukaan AMPB dalam penggunaan dana donasi.
"Tetap kita gunakan donasi ini untuk sebaik-baiknya, bukti transparansi kita, kita gunakan untuk apa yang disampaikan Mas Botok sebagai komando kita," kata Novi.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini