Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital

Dythia Novianty

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:21 WIB
Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital
Pengemudi ojek online menunggu penumpang. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Industri ojek online Indonesia menyesuaikan komisi menjadi 8 persen bagi aplikator guna mematuhi arahan pemerintah terkait kesejahteraan mitra pengemudi.
  • Perusahaan seperti GoTo dan Grab Indonesia mengandalkan ekosistem digital terintegrasi untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah penekanan margin profit.
  • Ekonom INDEF memperingatkan bahwa pemotongan komisi berisiko mengurangi insentif atau kualitas layanan jika tidak dibarengi efisiensi model bisnis berkelanjutan.

Suara.com - Industri ojek online di Indonesia tengah menghadapi perubahan besar setelah skema komisi aplikator dipangkas menjadi 8 persen.

Meski berpotensi menekan margin perusahaan, ekonom menilai, pemain besar seperti GoTo lewat layanan Gojek hingga Grab Indonesia masih memiliki peluang bertahan berkat kekuatan ekosistem digital yang terintegrasi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menilai langkah aplikator menyesuaikan skema bagi hasil menjadi 92 persen untuk mitra pengemudi dan 8 persen untuk perusahaan merupakan bentuk adaptasi positif terhadap arahan pemerintah.

“Langkah ini dapat dilihat sebagai titik tengah antara kepatuhan terhadap arahan pemerintah, upaya menjaga kesejahteraan mitra, dan kebutuhan menjaga sustainability bisnis digital nasional,” ujar Rizal dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Rizal, kekuatan utama GoTo tidak hanya berasal dari layanan transportasi online, tetapi juga dari integrasi layanan digital lain seperti pengantaran makanan, merchant, hingga layanan fintech yang saling terhubung dalam satu ekosistem.

“GoTo masih memiliki ruang bertahan cukup besar karena kekuatan utamanya bukan hanya layanan transportasi online, tetapi ekosistem digital yang terintegrasi antara mobility, delivery, merchant, dan layanan keuangan digital,” katanya.

Ilustrasi gojek (Gojek.com)
Ilustrasi gojek (Gojek.com)

Ia menjelaskan, penurunan komisi memang dapat memengaruhi profitabilitas perusahaan dalam jangka pendek.

Namun, dampaknya dinilai tidak akan terlalu besar apabila perusahaan mampu menjaga volume transaksi, loyalitas pengguna, efisiensi teknologi, serta monetisasi layanan digital lainnya.

Rizal juga menyoroti tantangan besar industri ride-hailing ke depan, terutama dalam mengubah strategi bisnis dari model “bakar uang” menjadi model yang lebih berkelanjutan.

baca juga

“Tantangan ke depan adalah bagaimana GoTo bertransformasi dari model bakar uang menuju model bisnis yang lebih sustainable, dengan menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra, harga kompetitif bagi konsumen, dan profitabilitas perusahaan di tengah tekanan regulasi dan persaingan industri digital yang semakin ketat,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan sejumlah strategi perusahaan untuk menghadapi perubahan aturan komisi ojol.

Strategi tersebut mencakup penyesuaian skema bagi hasil GoRide, penghentian program langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi, hingga optimalisasi kekuatan ekosistem GoTo.

Sementara itu, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah agar implementasi kebijakan baru dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pendapatan mitra pengemudi.

“Grab akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi Perpres bagi mitra pengemudi transportasi roda dua nantinya akan berjalan dengan lancar,” kata Neneng.

Rizal menegaskan, pembahasan mengenai komisi aplikator seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi pemotongan pendapatan perusahaan semata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing

InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing

Foto | Senin, 18 Mei 2026 | 15:00 WIB

Mulai Juni 2026, Potongan Aplikasi Ojol Tak Boleh Lebih dari 8 Persen

Mulai Juni 2026, Potongan Aplikasi Ojol Tak Boleh Lebih dari 8 Persen

Foto | Senin, 11 Mei 2026 | 18:49 WIB

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:33 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Bekaci | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Intip Sinopsis Street Fighter, Tayang 14 Oktober di Bioskop Indonesia

Intip Sinopsis Street Fighter, Tayang 14 Oktober di Bioskop Indonesia

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru yang DIpasarkan di Indonesia

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru yang DIpasarkan di Indonesia

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Cara Memperbaiki Gagang Mug yang Rusak Sesuai Jenis Materialnya

Cara Memperbaiki Gagang Mug yang Rusak Sesuai Jenis Materialnya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota

Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota

Bogor | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:39 WIB

×