Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Solusi BPS Tangani Perbedaan Data Pangan

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 25 November 2015 | 16:07 WIB
Solusi BPS Tangani Perbedaan Data Pangan
Presiden Joko Widodo menghadiri panen raya di Kabupaten Sukoharjo, Solo, Sabtu (3/10). [Setpres/Rusman]

Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengakui data pangan yang ada saat ini berbeda dengan data yang berada di lapangan. Hal tersebut karena ada perbedaan data luas panen dari Kementerian Pertanian.

"Kalau saya pikir data yang dari kementerian pertanian terkait luas panen yang mungkin ketinggian atau kerendahan. Makanya ini yang buat beda," kata Suryamin saat ditemui di kantornya, Rabu (25/11/2015).

Oleh sebab itu, lanjut dia, untuk menyamakan data pangan yang didapat oleh BPS sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan, pihaknya akan melakukan tiga kali survei.

"Yang pertama, memastikan stok beras dirumah tangga dan non rumah tangga. Kedua yakni survei lahan pertanian dan luas lahan pertanian," katanya.

"Jadi kita lihat ini, dia punya nggak stok gabah ada berapa, stok padi. Nanti akan ketahuan, yang ngendap didalam berapa. Ini dilakukan tiga kali dalam setahun Mei, Juni dan Desember," tegasnya.

Kedua terkait luas panen,pihaknya akan melakukan pengitungan terkait luas wilayah yang tadinya menggunakan "eye estimate" akan menggunakan foto melalui udara. Hal ini untuk meyakinkan keabsahan data pangan nantinya.

"Memang sih, kalau foto lewat udara akan mahal, tapi ini kan penting. Jadi nggak masalah," tegasnya.

Metode perhitungan ini akan dilakukan BPS pada 2016 mendatang. Ia mengklaim dengan cara tersebut, BPS yakin data pangan akan akurat.

"Selesainya tahun ini. Mungkin mulai awal tahun depan lah. Yakin lah ini bisa membuat datanya lebih akurat," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Akui Data Pangan Tak Akurat

BPS Akui Data Pangan Tak Akurat

Bisnis | Rabu, 25 November 2015 | 13:50 WIB

Ini Penjelasan BPS Soal Perbedaan Data Pangan

Ini Penjelasan BPS Soal Perbedaan Data Pangan

Bisnis | Rabu, 25 November 2015 | 13:29 WIB

Sektor Pertanian Sumbang 14,15 Persen PDB Indonesia

Sektor Pertanian Sumbang 14,15 Persen PDB Indonesia

Bisnis | Rabu, 25 November 2015 | 11:14 WIB

Kiara Tuduh Permendag No 87/2015 Ganggu Kedaulatan Pangan

Kiara Tuduh Permendag No 87/2015 Ganggu Kedaulatan Pangan

Bisnis | Kamis, 05 November 2015 | 15:04 WIB

Pameran Produk Dalam Negeri

Pameran Produk Dalam Negeri

Foto | Kamis, 05 November 2015 | 14:28 WIB

Banyak Petani Tak Mau Lagi Tanam Kedelai

Banyak Petani Tak Mau Lagi Tanam Kedelai

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 17:21 WIB

Selama Setahun, Pemerintahan Jokowi Tak Impor Pangan

Selama Setahun, Pemerintahan Jokowi Tak Impor Pangan

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 16:38 WIB

Kena El Nino, Pemerintah Hitung Ulang Stok Pangan 2016

Kena El Nino, Pemerintah Hitung Ulang Stok Pangan 2016

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 16:18 WIB

Deflasi Picu Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Deflasi Picu Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 16:03 WIB

Di Tengah Kelesuan Ekonomi, Industri Manufaktur Tetap Meningkat

Di Tengah Kelesuan Ekonomi, Industri Manufaktur Tetap Meningkat

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 15:15 WIB

Terkini

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:58 WIB

Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah

Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:39 WIB