BEI Tegaskan Aturan Free Float Mulai Berlaku Januari 2016

Adhitya Himawan Suara.Com
Kamis, 31 Desember 2015 | 21:57 WIB
BEI Tegaskan Aturan Free Float Mulai Berlaku Januari 2016
Suasana penutupan perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2015). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan peraturan mengenai minimal jumlah saham emiten yang beredar atau "free float" sebesar 7,5 persen akan efektif pada Januari 2016.

Ketentuan "free float" tercantum dalam Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00001/BEI/01-2014 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh Emiten, demikian keterangan yang diperoleh di Jakarta, Kamis (31/12/2015).

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, "Meski baru akan efektif di awal tahun depan, beberapa emiten seperti HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) sudah mulai meningkatkan jumlah 'free float'-nya melalui mekanisme penambahan saham baru (rights issue) di tahun 2015 ini." Ia mengemukakan bahwa kedua emiten tersebut tercatat membukukan penggalangan dana melalui aksi korporasi itu senilai total mencapai Rp20,91 triliun. Sementara secara keseluruhan, terdapat 20 emiten yang melakukan "rights issue" di 2015 dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp45,57 triliun.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengharapkan kepada emiten untuk segera memenuhi aturan jumlah saham beredar di publik sebesar 7,5 persen sehingga turut meningkatkan likiditas pasar modal.

"Intinya, kita ingin agar emiten bisa memenuhi ketentuan itu sehingga jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak dan likuiditas menjadi bertambah, dengan begitu nilai perusahaan menjadi lebih terbuka karena likuiditasnya naik," ujarnya.

Dengan mencapai standar ketentuan itu, lanjut dia, maka akan mendorong minat para analis untuk melakukan pembahasan dan mencermati perkembangan fundamental suatu emiten sebagai salah satu saham yang direkomendasikan di Bursa Efek Indonesia.

"Adanya penilaian dari analis maka diharapkan akan menarik minat investor untuk memilikinya. Dampaknya, terjadi peningkatan llikuiditas dan sekaligus mengurangi jumlah 'saham tidur'. Jadi, ini merupakan salah satu upaya BEI untuk mengurangi jumlah 'saham tidur'," kata Samsul Hidayat.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI