ESDM-Eramet Jalin Kemitraan, Lengkapi Rantai Pasokan Material Baterai EV Indonesia?

Selasa, 07 Mei 2024 | 15:22 WIB
ESDM-Eramet Jalin Kemitraan, Lengkapi Rantai Pasokan Material Baterai EV Indonesia?
Contoh penggunaan mineral Lithium dalam komposisi baterai, termasuk Electric Vehicle Battery (EVB) [Unsplash/Mika Baumeister].

Suara.com - Indonesia ingin menjadi pemain penting dalam industri baterai listrik atau Electric Vehicle Battery (EVB) dunia. Saat ini, negeri kita sudah memiliki nikel dan kobalt sebagai bahan baku utama untuk baterai kendaraan listrik. Sedangkan mineral lithium atau litium belum dimiliki.

Dikutip dari kantor berita Antara, ketiadaan mineral itu membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Eramet Indonesia melakukan kerja sama eksplorasi atau pencarian sumber daya lithium.

Negeri kita membutuhkan pencarian mineral kritis, salah satunya potensi lithium, untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Khususnya pengembangan baterai atau EVB untuk kendaraan listrik.

"Lithium tidak ada. Mudah-mudahan kemitraan ini mendukung rencana ke depan Indonesia menjadi pemain di industri baterai listrik," papar Muhammad Wafid, Kepala Badan Geologi ESDM.

Kemitraan antara Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi dan Eramet Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan Pemerintah Prancis dan Indonesia di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2011.

Berbagai aspek mulai dari studi teknis, eksplorasi hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dalam kerja sama yang akan berlangsung selama lima tahun.

Ke depannya, kedua belah pihak akan bekerja sama untuk berperan aktif dalam pertumbuhan kendaraan listrik berkelanjutan Indonesia. Eramet Indonesia berkomitmen akan menjadi mitra utama dalam memposisikan Indonesia sebagai pusat kendaraan listrik global dengan fokus pada pemrosesan sumber daya mineral yang bertanggung jawab.

"Eramet mencoba kolaborasi dengan Badan Geologi untuk melakukan eksplorasi. Eramet punya teknologi maju untuk mencari lithium, jadi kolaborasi untuk eksplorasi," jelas Muhammad Wafid, Kepala Badan Geologi di Jakarta, Selasa (7/5/2024).

Dalam kemitraan itu, Eramet berperan sebagai penyedia teknologi untuk mencari lithium, dan Indonesia memiliki wilayah dengan potensi lithium. Salah satu kawasan yang akan dieksplorasi adalah Bledug Kuwu, Jawa Tengah.

Baca Juga: Hemat Energi BBM, World Water Forum di Bali Dikawal Kendaraan Listrik

Kerja sama antara Indonesia dengan Eramet akan diimplementasikan pada Agustus 2024.

"InsyaAllah implementasi Agustus, apalagi sudah ada penelitian awal. Tinggal sinkronisasi metodenya apa, alatnya apa," lanjutnya.

Setelah menemukan litium melalui proses eksplorasi, langkah selanjutnya adalah eksploitasi. Hasil nantinya akan digunakan di dalam negeri untuk pengembangan industri baterai listrik, serta tidak untuk diekspor.

"Kita gunakan sendiri, memenuhi kebutuhan sendiri sebagai produsen EV," pungkas Muhammad Wafid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI