Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Sempat Loyo, Rupiah Pagi Ini Balik Arah ke Rp 16.882 per Dolar AS

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:32 WIB
Sempat Loyo, Rupiah Pagi Ini Balik Arah ke Rp 16.882 per Dolar AS
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
  • Rupiah menguat tipis ke Rp 16.882 per dolar AS seiring harapan damai di Timur Tengah.
  • Intervensi BI bantu tahan pelemahan rupiah, meski ada tekanan dari penurunan rating Fitch.
  • Mata uang Asia mayoritas menguat; Peso Filipina memimpin, Rupiah naik 0,06%.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya menunjukkan taringnya pada pembukaan perdagangan pagi ini. Setelah sempat tertekan sejak awal pekan, mata uang Garuda kini bergerak menguat tipis.

Melansir data Bloomberg, Rabu (4/3/2026), rupiah dibuka di level Rp 16.882 per dolar AS. Posisi ini menguat 0,06% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang nangkring di level Rp 16.892. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dipatok di level Rp 16.911 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa napas lega rupiah didorong oleh meredanya tensi geopolitik. Kabar bahwa Iran memberikan sinyal untuk kembali ke meja perundingan memicu harapan de-eskalasi perang di Timur Tengah.

"Rupiah diharapkan menguat terhadap dolar AS oleh sentimen yang membaik menyusul berita bahwa Iran mensinyalkan niat untuk kembali berunding," ujar Lukman.

Selain faktor eksternal, penguatan ini juga dipicu oleh langkah "jaga gawang" yang dilakukan otoritas moneter. Namun, Lukman mengingatkan adanya risiko dari penurunan rating kredit oleh lembaga Fitch yang bisa membatasi penguatan rupiah.

Mata uang Garuda pun diperkirakan bergerak di rentang Rp 16.850 - Rp 16.950 per dolar AS.

Rupiah tidak sendirian. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau menghijau melawan Greenback:

  • Peso Filipina: +0,26% (Pimpin penguatan)
  • Yen Jepang: +0,19%
  • Ringgit Malaysia: +0,14%
  • Yuan China: +0,14%
  • Baht Thailand: +0,05%

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau masih perkasa di level 98,80, naik tipis dari posisi sebelumnya di 98,76. Kondisi ini membuat beberapa mata uang seperti Won Korea dan Dolar Singapura masih terjebak di zona merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:11 WIB

Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922

Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB