- Presiden Trump menunda lima hari rencana serangan udara terhadap infrastruktur energi Iran, bergantung pada keberhasilan diskusi yang sedang berlangsung.
- Iran membantah klaim Trump mengenai percakapan produktif, menyebutnya upaya memanipulasi harga energi global dan mengulur waktu.
- Ketegangan dipicu ultimatum 48 jam Trump terkait Selat Hormuz, direspons Iran dengan ancaman serangan terhadap fasilitas vital regional.
Beberapa fakta mengenai risiko serangan terhadap infrastruktur air:
Target Empuk: Lokasi pabrik desalinasi yang berada di pesisir pantai membuatnya sangat rentan terhadap serangan rudal dari Iran.
Krisis Kemanusiaan: Melumpuhkan instalasi ini akan menyebabkan penderitaan massal bagi warga sipil tanpa harus melakukan serangan langsung ke pemukiman.
Lumpuhnya Industri: Sektor energi, termasuk minyak dan gas, sangat bergantung pada pasokan air dari proses desalinasi, sehingga kerusakan pada sistem air akan memicu keruntuhan ekonomi di seluruh kawasan.
Ketegangan saat ini berada pada fase yang sangat rapuh, di mana dunia tengah mengawasi apakah diplomasi "lima hari" yang diklaim Trump akan membuahkan hasil atau justru menjadi tenang sebelum badai besar melanda.