Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka ruang negosiasi dengan Iran.
  • Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 2 persen di pasar Asia pada Selasa, 19 Mei 2026.
  • Penurunan harga terjadi karena Presiden AS menunda serangan militer ke Iran guna membuka ruang negosiasi damai.
  • Kekhawatiran pasar tetap tinggi akibat menipisnya stok cadangan minyak global dan ketidakpastian situasi di Selat Hormuz.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia jatuh lebih dari 2 persen pada awal perdagangan di pasar Asia, Selasa 19 Mei 2026.

Penurunan harga disebabkan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda rencana serangan militer terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman Juli merosot 3,01 dolar AS atau 2,7 persen ke level 109,09 dolar AS per barel pada pukul 00.01 GMT (07.01 WIB).

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni turun 1,38 dolar AS atau 1,3 persen menjadi 107,28 dolar AS.

Padahal pada sesi sebelumnya, kedua harga acuan minyak tersebut sempat melonjak ke level tertinggi masing-masing sejak awal Mei dan akhir April lalu.

Kontrak WTI bulan Juni dijadwalkan kedaluwarsa pada hari Selasa ini. Di sisi lain, kontrak bulan Juli yang kini menjadi paling aktif, ikut melorot 2,06 dolar AS atau 2 persen ke angka 102,32 dolar AS per barel.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].
Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].

Pada hari Senin waktu setempat, Donald Trump menyatakan adanya "peluang yang sangat baik" bagi AS untuk mencapai kesepakatan dengan Iran guna mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah ia mengumumkan penundaan aksi militer.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa posisi Teheran telah disampaikan kepada pihak AS melalui perantara Pakistan, meski tidak merinci detail isi pesan tersebut.

Seorang pejabat Pakistan yang enggan disebutkan namanya menambahkan bahwa Islamabad telah meneruskan proposal baru di antara kedua belah pihak, walau perkembangannya berjalan lambat.

Di tengah proses ini, muncul simpang siur informasi. Kantor berita semi-pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Washington setuju untuk mencabut sanksi ekspor minyak Teheran selama masa negosiasi.

Namun, klaim sepihak tersebut langsung dibantah oleh pejabat pemerintah AS. Meski harga minyak melandai, para pelaku pasar dinilai masih bersikap hati-hati.

Kepala Analis Pasar di KCM Trade, Tim Waterer, menilai sinyal dari Trump memang meredakan tekanan jangka pendek, namun risiko fundamental di lapangan tetap membayangi.

"Pasar saat ini tengah memantau apakah komentar Trump mencerminkan perubahan nyata menuju deeskalasi konflik atau hanya jeda taktis semata," ujar Waterer.

Menurutnya, pergerakan harga minyak ke depan akan sangat ditentukan oleh respons Iran serta situasi riil lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

Jalur pelayaran krusial yang menampung seperlima pasokan minyak global tersebut sebelumnya praktis lumpuh akibat konflik, sehingga memicu kecemasan atas kelangkaan pasokan.

Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]
Ilustrasi ketegangan AS dan Iran di Selat Hormuz.[Suara.com/AI]

Di luar isu Timur Tengah, menipisnya pasokan energi global juga masih menjadi sorotan. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dilaporkan memperpanjang keringanan sanksi selama 30 hari agar negara-negara yang masuk kategori "rentan energi" tetap dapat membeli minyak jalur laut dari Rusia.

Dari domestik AS, data Departemen Energi menunjukkan cadangan minyak strategis (SPR) mereka terkuras hingga 9,9 juta barel pada pekan lalu.

Angka penurunan tersebut membawa stok SPR AS merosot ke level 374 juta barel, terendah sejak Juli 2024.

Kondisi ini dipertegas oleh Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol. Ia memperingatkan bahwa persediaan minyak komersial global kini menyusut dengan sangat cepat.

Akibat konflik yang mengganggu jalur pengiriman, pasokan minyak global saat ini diperkirakan hanya tersisa untuk kebutuhan beberapa minggu saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:48 WIB

Terkini

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB