Pasien Penyakit Ginjal Kronis Wajib Rutin Cuci Darah Rutin, Dokter Ungkap Alasannya

Senin, 07 Maret 2022 | 15:57 WIB
Pasien Penyakit Ginjal Kronis Wajib Rutin Cuci Darah Rutin, Dokter Ungkap Alasannya
Alat-alat yang digunakan saat cuci darah alias hemodialisis. (Shutterstock)

Suara.com - Cuci darah atau hemodialisis termasuk salah satu terapi penyakit ginjal kronis. Hemodialisis dilakukan karena ginjal telah mengalami kerusakan yang sangat parah.

Sehingga, fungsi ginjal untuk mengeluarkan kotoran atau zat sisa dalam darah perlu digantikan dengan mesin cuci darah.

"Sebetulnya terapi pengganti ginjal ada beberapa. Pertama yang paling mendekati normal adalah cangkok atau transplantasi ginjal. Kedua, itu dialisis yang sebenarnya ada dua jenis. Yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal ini sudah berkembang di Indonesia walaupun tidak terlalu banyak pasien yang melakukan. Paling umum hemodialisis," kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Yenny Kandarini, Sp.PD-KGH., saat siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (7/3/2022).

Hemodialisis biasanya dilakukan pada pasien yang sudah mengidap stadium 5 penyakit ginjal kronis. Pada saat itu, memang sudah tidak bisa lagi dilakukan pengobatan lain selain cuci darah.

ilustrasi pasien ginjal kronis cuci darah alias hemodialisis. (Shutterstock)
ilustrasi pasien ginjal kronis cuci darah alias hemodialisis. (Shutterstock)

"Karena ginjal tidak bisa berfungsi lagi untuk membuang kotoran. Kalau dibiarkan akan menumpuk di dalam darah dan menimbulkan gejala tetap," jelas dokter Yenny.

Hemodialisis harus dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu dengan memakan waktu 4-5 jam per sekali tindakan. Terapi itu harus dilakukan seumur hidup pasien dan secara rutin karena tubuh terus menghasilkan zat sisa dari proses metabolisme.

Zat sisa yang tidak diperlukan itu harus dikeluarkan dari dalam tubuh agar tidak menyebabkan penyakit berbeda maupun merusak organ lain.

"Jadi bisa dibayangkan kalau sudah tahap akhir kita harus melakukan tindakan itu terus-menerus. Kalau tidak dilakukan tentu menimbulkan sesuatu yang fatal. Hemodialisis hanya bisa dilakukan di pusat yang ada unit hemodialisis, tidak bisa di semua tempat. Tapi, masih banyak sekali daerah yang belum ada dokter ginjal juga tempat untuk dialisis," pungkasnya.

Baca Juga: Ini yang Terjadi dalam Tubuh Orang dengan Penyakit Ginjal Kronis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI