Daftar 9 Kasus yang Disebut Said Didu Mengarah ke Jokowi: dari Ijazah Palsu hingga Korupsi Pertamina

Bella | Suara.com

Selasa, 22 Juli 2025 | 19:55 WIB
Daftar 9 Kasus yang Disebut Said Didu Mengarah ke Jokowi: dari Ijazah Palsu hingga Korupsi Pertamina
Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). (Instagram)

Suara.com - Kontroversi ijazah mantan Presiden Joko Widodo yang kembali memanas disebut-sebut hanyalah permukaan dari masalah yang jauh lebih dalam.

Menurut pengamat dan mantan pejabat, Said Didu, isu ini telah menjadi gerbang pembuka dari apa yang ia sebut sebagai 'bom waktu'.

Rangkaian kasus ini, menurutnya, dapat mengguncang legasi politik Jokowi.

Ia berpendapat, perlawanan sengit yang ditunjukkan untuk membantah isu ijazah adalah tanda bahwa ada hal besar yang sedang ditutupi.

Ia mengistilahkannya sebagai upaya membendung 'air bah' yang jika jebol, akan mengungkap banyak hal.

"Kalau orang itu melawan terus dan bertahan habis-habisan bahkan mau memenjarakan siapapun maka pasti orang curiga ada suatu yang ditutupi," ujarnya.

Said Didu kemudian merinci sembilan kasus besar yang menurutnya saling terkait dan mengarah ke pusat kekuasaan era sebelumnya.

"Saya kan kemarin menyatakan sembilan kasus korupsi, sembilan kasus yang mengarah semua ke Jokowi," tegasnya.

Berikut adalah 9 kasus yang diklaim oleh Said Didu mengarah kepada Jokowi.

1. Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Ini adalah pemicu utama yang kembali memanaskan kondisi politik Jokowi.

Tudingan mengenai keaslian ijazah Jokowi terus bergulir. Kasus ini bahkan telah beberapa kali masuk ke ranah hukum.

2. Kasus Ijazah Gibran

Berkaitan erat dengan kasus pertama, keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka juga turut dipertanyakan oleh sejumlah pihak.

Hal ini menambah polemik seputar kualifikasi akademik keluarga Presiden.

3. Kasus Fufufafa

Ucapan Fufufafa viral lagi. (X)
Ucapan Fufufafa viral lagi. (X)

Kasus Fufufafa sempat menggegerkan publik. Fufufafa merupakan sebuah akun lama di platform Kaskus yang kerap mengkritik Prabowo Subianto. Akun tersebut sempat diduga sebagai milik Gibran Rakabuming Raka.

4. Kasus Minyak Goreng

Kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng pada tahun 2022 menjadi sorotan tajam publik.

Kasus ini berujung pada penyelidikan dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor CPO.

Skandal ini diduga melibatkan pejabat tinggi dan korporasi raksasa, salah satunya Wilmar Group yang menurut Said Didu dekat dengan Jokowi.

5. Kasus Sritex

Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng 2018-2020 Suldiarta (ketiga kanan) berjalan memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (22/7/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar]
Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng 2018-2020 Suldiarta (ketiga kanan) berjalan memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (22/7/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar]

Nama perusahaan tekstil raksasa, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), terseret dalam pusaran kasus korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19.

Dalam kasus dugaan korupsi kredit, Kejaksaan Agung telah bertindak lebih jauh dengan menetapkan mantan Direktur Keuangan Sritex sebagai tersangka bersama sejumlah pejabat tinggi perbankan.

Perusahaan ini disebut mendapat jatah pengadaan tas untuk paket bansos di Kementerian Sosial.

6. Kasus PUPR (OTT Medan)

Kasus ini merujuk pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

OTT tersebut terkait dugaan suap dalam proyek-proyek di lingkungan Balai Teknik Perkeretaapian Medan.

Kasus ini mengungkap dugaan praktik korupsi di sektor infrastruktur di bawah Kementerian PUPR.

7. Kasus Pertamina

Ini adalah kasus yang disebut Said Didu paling masif.

Dugaan kerugian negara dalam kasus ini mencapai angka fantastis Rp 285 triliun.

Said Didu menuding korupsi ini dirancang dari luar oleh "sutradara" besar, dengan menunjuk pengusaha Riza Chalid sebagai salah satu aktor utamanya.

8. Kasus Judi Online & Komdigi (Kominfo)

Ini adalah dua skandal besar di ranah digital.

Pertama, maraknya judi online yang dianggap gagal diberantas secara tuntas oleh pemerintah.

Kedua, mega korupsi pengadaan menara BTS 4G di Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menyeret menteri aktif saat itu.

9. Kasus Pengadaan Komputer Chrome di Kemendikbud

Kasus ini adalah dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop (Chromebook) senilai triliunan rupiah.

Proyek di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini diwarnai isu penggelembungan harga dan kualitas barang yang tidak sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Sebut Mr. P, Inikah Sosok Misterius Pembuat Ijazah Jokowi yang Melapor ke Polisi Dini Hari

Roy Suryo Sebut Mr. P, Inikah Sosok Misterius Pembuat Ijazah Jokowi yang Melapor ke Polisi Dini Hari

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:50 WIB

Agar Tak Berlarut, Eks Ketua MK Usul Kasus Ijazah Jokowi Diselesaikan Lewat 'Jurus Damai' Kejagung

Agar Tak Berlarut, Eks Ketua MK Usul Kasus Ijazah Jokowi Diselesaikan Lewat 'Jurus Damai' Kejagung

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:20 WIB

BPK Ungkap Rp3,53 Triliun Kerugian Negara dari Era SBY Hingga Jokowi Belum Kembali ke Kas Negara

BPK Ungkap Rp3,53 Triliun Kerugian Negara dari Era SBY Hingga Jokowi Belum Kembali ke Kas Negara

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:20 WIB

Rismon Klaim Dokter Tifa Punya Bukti Baru soal Ijazah Palsu Jokowi: Bahaya bisa Timbulkan Chaos!

Rismon Klaim Dokter Tifa Punya Bukti Baru soal Ijazah Palsu Jokowi: Bahaya bisa Timbulkan Chaos!

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:14 WIB

Jokowi Traktir Prabowo di Warung Sederhana, Ada Pembicaraan yang Personal

Jokowi Traktir Prabowo di Warung Sederhana, Ada Pembicaraan yang Personal

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 17:31 WIB

Ijazah Jokowi: Kriminalisasi Pengkritik Buktikan Kebenaran? Logika Terbalik di Pusaran Kontroversi

Ijazah Jokowi: Kriminalisasi Pengkritik Buktikan Kebenaran? Logika Terbalik di Pusaran Kontroversi

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 17:22 WIB

Benarkah PSI Bukan Partai Keluarga? Pengamat Ungkap Kehadiran Jokowi di Kongres karena Kaesang

Benarkah PSI Bukan Partai Keluarga? Pengamat Ungkap Kehadiran Jokowi di Kongres karena Kaesang

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 17:17 WIB

Pengamat Politik Tuding Isu Ijazah Jokowi Cuma Kedok: Ambisi Politik Liar Harus Dihentikan!

Pengamat Politik Tuding Isu Ijazah Jokowi Cuma Kedok: Ambisi Politik Liar Harus Dihentikan!

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 17:00 WIB

Tak Gentar jika Tersangka? Rismon Sianipar Pasang Badan: Lawan Jokowi Harus Terima Risiko

Tak Gentar jika Tersangka? Rismon Sianipar Pasang Badan: Lawan Jokowi Harus Terima Risiko

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 16:51 WIB

Prabowo Terjebak di Antara Jokowi, Analis: Pilih Jadi Tameng atau Mati Bersama Rakyat?

Prabowo Terjebak di Antara Jokowi, Analis: Pilih Jadi Tameng atau Mati Bersama Rakyat?

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 16:40 WIB

Terkini

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:17 WIB

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:11 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:55 WIB

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:40 WIB