Polemik Team Order, Wolff: Lebih Baik Jadi 'Penjahat' daripada...

Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:35 WIB
Polemik Team Order, Wolff: Lebih Baik Jadi 'Penjahat' daripada...
Pebalap Mercedes, Valtteri Bottas (kanan), berduel dengan rekannya Lewis Hamilton pada balapan F1 GP Rusia di Sirkuit Sochi, Minggu (30/9/2018). [AFP/Andrej Isakovic]

Suara.com - Bos tim Mercedes Formula 1 (F1), Toto Wolff mengatakan, siap bertanggung jawab atas kontroversi team order yang terjadi antar kedua pebalapnya, Valterri Bottas dan Lewis Hamilton, pada balapan F1 GP Russia, Sirkuit Sochi, Minggu (30/9/2018).

Seperti diketahui, Toto Wolff membuat keputusan terang-terangan dengan meminta Bottas yang sedang memimpin balapan untuk memberikan posisinya kepada Hamilton agar keluar sebagai pemenang.

Keputusan itu menjadi kontroversial karena membuat kesempatan Bottas mengakhiri puasa kemenangan di 2018 sirna.

Hamilton sendiri merasa tak nyaman dengan keputusan team order itu hingga mencoba memberikan piala kemenangan kepada Bottas.

Wolff mengaku hal itu merupakan tanggung jawabnya. Dirinya menyebut lebih baik menjadi seorang 'penjahat' sekarang, dibandingkan jadi orang bodoh di akhir musim nanti karena gagal menjadi juara.

"Seseorang terkadang harus menjadi jahat sesekali, dan itu adalah saya hari ini," ujar Wolff seperti dilansir dari Crash, Selasa (2/10/2018).

"Anda perlu mempertimbangkannya. Yang saya pilih adalah untuk menjadi jahat pada Senin pagi atau saya ingin menjadi orang bodoh di Abu Dhabi saat musim berakhir?" imbuhnya.

Duet pebalap Mercedes, Lewis Hamilton (kanan) dan Valtteri Bottas, berada di podium F1 GP Rusia di Sirkuit Sochi, Minggu (30/9/2018). [AFP/Andrej Isakovic]
Duet pebalap Mercedes, Lewis Hamilton (kanan) dan Valtteri Bottas, berada di podium F1 GP Rusia di Sirkuit Sochi, Minggu (30/9/2018). [AFP/Andrej Isakovic]

Berkat keputusan kontroversi Wolff, Lewis Hamilton kini unggul 50 poin dari rival terdekatnya, Sebastian Vettel (Ferrari), yang beradi di posis kedua klasemen sementara pebalap F1.

Wolf mengakui bahwa Mercedes terlalu bermain aman. Namun hal itu dinilainya perlu dilakukan dalam dunia olahraga balap yang dibalapan-balapan selanjutnya apapun bisa terjadi, seperti kehilangan poin karena gagal finis.

Baca Juga: Gempa Palu: Lagi, Atlet Paralayang Indonesia Ditemukan Meninggal

"Memang sulit, mungkin kami terlalu bermain aman. Tapi saya telah melihat hasil yang diluar dugaan dalam dunia balap seperti ini, dimana ada hal-hal yang bisa memutarbalikkan kemenangan," kata Wolff.

"Musim ini Anda bisa melihatnya, bagaimana Ferrari sangat dominan di beberapa balapan awal, dan kini giliran kami yang melakukannya. Jadi performa hari ini dan sebelumnya tak bisa dijadikan garansi (menjadi juara)," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI