Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Bank Sentral Australia Juga Pertahankan Suku Bunga Acuan

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 02 Februari 2016 | 21:18 WIB
Bank Sentral Australia Juga Pertahankan Suku Bunga Acuan
Bank Sentral Australia [Shutterstock]

Suara.com -  Bank Sentral Australia pada Selasa (2/2/2016) mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor rendah dua persen, tetapi menjaga kemungkinan pemotongan lebih lanjut karena bank memonitor kemungkinan dampak negatif dari gejolak pasar global terhadap permintaan domestik.

Bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), telah memangkas suku bunga 275 basis poin sejak November 2011 untuk meningkatkan perekonomian ketika berupaya keras untuk menjauh dari ketergantungan pada pertambangan.

Setelah pertemuan kebijakannya pada Selasa mengatakan "ada prospek layak untuk pertumbuhan lanjutan dalam perekonomian, dengan inflasi mendekati target ".

RBA mencatat tanda-tanda perbaikan dalam perekonomian Australia, termasuk penurunan baru-baru ini dalam tingkat pengangguran dan penibgkatan dalam pinjaman dunia usaha.

Tapi bank memperingatkan tentang keadaan ekonomi global, termasuk pertumbuhan lemah di negara-negara berkembang, penurunan harga komoditas dan volatilitas di pasar keuangan.

"Selama periode ke depan, informasi baru akan memungkinkan dewan untuk menilai apakah perbaikan terbaru dalam kondisi pasar tenaga kerja berlanjut dan apakah turbulensi keuangan baru-baru ini menandakan permintaan global dan domestik lebih lemah," kata Gubernur RBA Glenn Stevens dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan.

"Berlanjutnya inflasi yang rendah dapat memberikan ruang untuk kebijakan yang lebih longgar, yang akan tepat untuk memberikan dukungan bagi permintaan." Dolar Australia naik menjadi 71,29 sen AS setelah pengumuman dari 71,06 sen AS, tapi segera mundur ke bawah 71 sen AS.

Sementara Australia telah menghindari kejatuhan ke dalam resesi selama 24 tahun, ekonomi telah dirugikan oleh pelambatan pertumbuhan di Tiongkok, mitra perdagangan terbesarnya.

Pengeluaran oleh industri-industri non-pertambangan belum mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh berakhirnya booming investasi sumber daya yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara tingkat pengangguran mencapai puncaknya pada tertinggi 12-tahun di 6,4 persen pada tahun lalu sebelum membaik.

Australia juga telah terpukul oleh angka inflasi lemah, sebuah tren yang sedang dialami oleh negara-negara maju lainnya karena penurunan harga energi.

"Kami belum tahu bahwa volatilitas di pasar (keuangan) akan berdampak pada pertumbuhan," kepala ekonom Deutsche Bank untuk Australia Adam Boyton mengatakan kepada AFP.

"Jika Anda memasukkan semacam lingkungan dengan penurunan tingkat pengangguran, Anda punya banyak waktu untuk mendapatkan beberapa data yang lebih banyak dan melihat-lihat." (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:28 WIB

BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin

BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 22:59 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:08 WIB

BI Rate Tetap Bertahan di Level 4,75%

BI Rate Tetap Bertahan di Level 4,75%

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 15:23 WIB

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen, Ini Alasannya

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 15:41 WIB

Survei: BI Bakal Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Siapkan Kejutan di Desember

Survei: BI Bakal Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Siapkan Kejutan di Desember

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 20:17 WIB

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:07 WIB

Alasan BI Turunkan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Alasan BI Turunkan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 16:45 WIB

Suku Bunga BI Berpotensi Turun Lagi, BI Ungkap Syarat untuk Dorong Ekonomi

Suku Bunga BI Berpotensi Turun Lagi, BI Ungkap Syarat untuk Dorong Ekonomi

Bisnis | Minggu, 24 Agustus 2025 | 12:03 WIB

BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5 Persen, Pemangkasan Keempat di 2025

BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5 Persen, Pemangkasan Keempat di 2025

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:22 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB