Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:36 WIB
Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS
Ilustrasi harga minyak. [Freepik]
  • Harga minyak terkoreksi pada Kamis, 5 Februari 2026, setelah AS dan Iran sepakat melanjutkan dialog di Oman.
  • Harga Brent dan WTI turun 1,4 persen akibat redanya kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah.
  • Stok minyak mentah AS menyusut akibat badai musim dingin, menjaga harga tetap di level tinggi.

Suara.com - Harga minyak terkoreksi pada Kamis 5 Februari 2026, menyusul kabar kesepakatan dialog antara AS dan Iran di Oman. 

Redanya tensi geopolitik ini mengurangi kekhawatiran pelaku pasar akan adanya gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah akibat potensi ketegangan militer.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka turun 1 dolar AS atau 1,4 persen, menjadi 68,47 dolar AS per barel pada pukul 01.52 GMT atau 08.52 WIB. 

Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 91 sen, atau juga 1,4 persen menjadi 64,23 dolar AS.

Tercatat, harga minyak sempat melambung 3 persen pada Rabu akibat isu kegagalan diplomasi antara AS dan Iran.

Meski demikian, harga kembali stabil setelah kedua negara mengonfirmasi bahwa pertemuan di hari Jumat akan tetap terlaksana, walaupun agenda pembahasan masih dalam tahap finalisasi.

Ilustrasi perang Iran Israel. (Ist)
Ilustrasi perang Iran Israel. (Ist)

Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai fluktuasi harga minyak dipicu oleh ketidakpastian hasil diplomasi. 

Harga yang sempat melonjak akibat rumor kegagalan dialog kini mulai stabil setelah adanya kepastian bahwa perundingan nuklir kembali berjalan. 

Meskipun Iran bersedia mendiskusikan pengayaan uranium, AS berupaya memperluas agenda pembahasan ke isu rudal balistik, kelompok proksi, dan hak asasi manusia.

Terlepas dari pembicaraan tersebut, ada kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump masih akan melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran, produsen terbesar keempat di antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang berpotensi menimbulkan konfrontasi yang lebih luas di kawasan kaya minyak tersebut.

Selain itu, pasar mengkhawatirkan dampak konflik terhadap stabilitas pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Selat Hormuz, yang berada di antara Oman dan Iran, merupakan jalur krusial yang dilewati seperlima pasokan minyak global.

Penutupan atau gangguan di jalur ini tidak hanya memukul Iran, tetapi juga mengancam arus ekspor minyak mentah dari negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak ke pasar internasional. 

Rencana dialog diplomatik memang mulai menekan risk premium (biaya risiko) pada harga minyak. Namun, harga tetap terjaga di level tinggi akibat menyusutnya cadangan minyak mentah dan produk sulingan di Amerika Serikat. 

Laporan EIA mencatat penurunan stok ini dipicu oleh badai musim dingin ekstrem yang melanda berbagai wilayah AS pada akhir Januari, meskipun di sisi lain cadangan bensin mengalami kenaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini

Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global

Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 17:32 WIB

Tensi AS-Iran dan Cuaca Ekstrem AS Dongkrak Harga Minyak

Tensi AS-Iran dan Cuaca Ekstrem AS Dongkrak Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 10:57 WIB

Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya

Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 17:06 WIB

Pasar Minyak Rabu: Brent Turun, WTI Merangkak Naik

Pasar Minyak Rabu: Brent Turun, WTI Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:41 WIB

Tak Semua Minyak Dalam Negeri Bisa Diolah, Ahok: Peningkatan Impor Bukan Penyimpangan

Tak Semua Minyak Dalam Negeri Bisa Diolah, Ahok: Peningkatan Impor Bukan Penyimpangan

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB