Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran sebagai respons atas penyerangan tiga kapal komersial di Selat Hormuz.
  • Pemerintah Amerika Serikat kembali memberlakukan sanksi penjualan minyak mentah setelah mencabut lisensi dagang milik negara Iran tersebut.
  • Eskalasi konflik di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak mentah global sebesar hampir dua persen pada perdagangan Rabu.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak naik hampir dua persen pada perdagangan Rabu pagi menyusul langkah militer Amerika Serikat (AS) yang melancarkan serangan udara ke wilayah Iran.

Selain melancarkan serangan fisik, AS juga kembali memberlakukan sanksi terhadap penjualan minyak mentah negara tersebut.

Langkah tegas ini langsung memicu kekhawatiran global bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua belah pihak kini berada di ambang kegagalan, yang berpotensi kembali mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan udara tersebut merupakan respons langsung atas tindakan Iran yang menyerang tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur maritim paling krusial bagi pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah ke pasar internasional.

Mengutip dari Reuters, akibat eskalasi tersebut, kontrak berjangka minyak Brent naik sebesar 1,38 dolar AS atau 1,9 persen menjadi 75,54 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merangkak naik ke posisi 71,81 dolar AS per barel.

Sehari sebelumnya, kedua tolok ukur harga minyak ini bahkan telah melonjak sekitar tiga persen setelah AS resmi mencabut lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak mentah Iran.

Kepala Riset di MST Marquee, Saul Kavonic, menilai bahwa konflik terbaru ini menjadi pengingat bagi pasar mengenai betapa rapuhnya keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Apa yang terjadi saat ini merupakan pengingat bagi pasar betapa rapuhnya jalur pelayaran melalui Selat tersebut," kata Kavonic.

baca juga

Situasi ini membalikkan sentimen pasar yang sebelumnya memprediksi terjadinya banjir pasokan, sehingga memaksa para pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh harga minyak akan turun untuk segera mengamankan posisi mereka.

Kavonic menambahkan, jika ketegangan ini terus berlanjut hingga menyebabkan lalu lintas kapal di selat tersebut merosot di bawah separuh dari level sebelum perang, pembatasan pasokan yang terjadi dapat mendorong harga minyak ke level yang jauh lebih tinggi.

Padahal, setelah AS dan Iran menandatangani perjanjian gencatan senjata bulan lalu, harga minyak sempat merosot kembali ke level sebelum konflik.

Saat itu, para pedagang beramai-ramai mengambil posisi jual karena memproyeksikan akan ada gelombang besar pasokan minyak Timur Tengah yang kembali membanjiri pasar.

Namun, ekspektasi tersebut langsung buyar setelah insiden penyerangan kapal terjadi.

Meskipun Iran tidak mengaku bertanggung jawab, pemerintah Qatar secara terbuka menyalahkan Teheran atas serangan terhadap kapal tanker gas alam cair (LNG) mereka yang dihantam pesawat tanpa awak hingga menyebabkan kebakaran di ruang mesin.

Selain itu, sebuah kapal tanker minyak berbendera Arab Saudi, yang diduga merupakan supertanker Wedyan, juga dilaporkan mengalami kerusakan misterius di lepas pantai Oman.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Rentetan insiden ini membangkitkan kembali kekhawatiran besar atas kelancaran arus kapal tanker di Selat Hormuz, yang secara historis mengangkut sekitar seperlima dari total pasokan energi global.

Saat ini, Iran mulai menegaskan kendalinya atas selat tersebut dengan memerintahkan kapal-kapal untuk menggunakan rute yang lebih dekat ke garis pantainya, alih-alih rute yang mendekati wilayah Oman.

Di sisi lain, Amerika Serikat bersikeras bahwa jalur perairan internasional tersebut harus tetap bebas diakses oleh semua pihak seperti sedia kala.

Kondisi ini semakin krusial mengingat banyak negara telah menguras cadangan minyak domestik mereka demi menutupi kekurangan pasokan sejak konflik dimulai.

Bahkan, data terbaru dari American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS kembali menyusut pada minggu lalu, melampaui prediksi para analis yang memperkirakan penurunan sekitar 2,4 juta barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:39 WIB

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:28 WIB

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:05 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Terkini

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

×