Tembok Bungkam Polisi di Kasus Penjarahan Bintaro? Identitas Pelaku Jadi Misteri Besar

Andi Ahmad S

Rabu, 03 September 2025 | 19:32 WIB
Tembok Bungkam Polisi di Kasus Penjarahan Bintaro? Identitas Pelaku Jadi Misteri Besar
Kondisi Terkini di Rumah Sri Mulyani Usai Penjarahan: Puluhan Prajurit TNI Berjaga (Suara.com/Dinda)
Baca 10 detik
  • Menolak mengungkap detail krusial mengenai identitas para pelaku.
  • Sikap bungkam polisi setelah melakukan penangkapan biasanya mengindikasikan beberapa kemungkinan

Suara.com - Meskipun progres signifikan telah dicapai dengan penahanan sejumlah orang, kasus penjarahan yang menyasar rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan artis Nafa Urbach di Bintaro justru semakin diselimuti misteri.

Polres Tangerang Selatan mendadak membangun tembok bungkam yang rapat, menolak mengungkap detail krusial mengenai identitas para pelaku.

Sikap hati-hati yang tidak biasa ini menguatkan satu sinyal kasus ini bukan lagi sekadar kriminal biasa.

Terlebih setelah terungkap bahwa Kapolda Metro Jaya telah memberikan atensi khusus dan memantau langsung penanganannya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang membenarkan adanya penahanan.

"Untuk kasus penjarahan yang di Bintaro Pondok Aren sudah kita amankan beberapa orang," katanya pada Rabu (3/9/2025).

Namun, saat didesak lebih lanjut mengenai siapa, berapa orang, dan dari mana asal pelaku yang telah ditahan, Kapolres memilih untuk tidak memberikan jawaban.

Ia berulang kali meminta publik dan media untuk bersabar, sebuah isyarat bahwa informasi yang ada saat ini terlalu sensitif untuk diungkap.

"Kasih kami waktu. Mohon waktu untuk kami sementara bekerja secara maksimal dalam penanganan kasus di Pondok Aren ini," pinta Victor.

baca juga

Bahkan pertanyaan mendasar seperti apakah pelaku berasal dari Tangsel atau merupakan sindikat dari luar daerah pun dijawab dengan permintaan yang sama.

"Apakah dia dari Tangsel atau bukan, berikan kami waktu," ujarnya.

Sikap bungkam polisi setelah melakukan penangkapan biasanya mengindikasikan beberapa kemungkinan strategis dalam penyidikan.
Dengan atensi langsung dari Kapolda Metro Jaya, level kerahasiaan ini menjadi semakin bisa dipahami.

Beberapa kemungkinan di balik strategi ini adalah:

Pengembangan Kasus Besar: Polisi kemungkinan sedang memburu jaringan yang lebih luas.

Mengungkap identitas pelaku yang sudah tertangkap bisa membuat DPO lain atau dalang utamanya kabur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MKD Desak Setjen DPR Setop Gaji dan Tunjangan Ahmad Sahroni Hingga Uya Kuya

MKD Desak Setjen DPR Setop Gaji dan Tunjangan Ahmad Sahroni Hingga Uya Kuya

News | Rabu, 03 September 2025 | 19:25 WIB

Uya Kuya Maafkan Ibu Tukang Parkir Terduga Penjarah Rumahnya

Uya Kuya Maafkan Ibu Tukang Parkir Terduga Penjarah Rumahnya

Entertainment | Rabu, 03 September 2025 | 19:20 WIB

Trauma Rumahnya Dijarah, Uya Kuya Rahasiakan Tempat Tinggalnya Sekarang

Trauma Rumahnya Dijarah, Uya Kuya Rahasiakan Tempat Tinggalnya Sekarang

Entertainment | Rabu, 03 September 2025 | 18:50 WIB

Makna Mendalam Lukisan Sri Mulyani yang Dijarah Massa, Simbol Rasa Aman yang Hilang?

Makna Mendalam Lukisan Sri Mulyani yang Dijarah Massa, Simbol Rasa Aman yang Hilang?

Lifestyle | Rabu, 03 September 2025 | 18:42 WIB

Ikhlas Harta Benda Dijarah Massa, Astrid Uya Kuya: Saya Berdoa, Semoga Kucing Dikembalikan

Ikhlas Harta Benda Dijarah Massa, Astrid Uya Kuya: Saya Berdoa, Semoga Kucing Dikembalikan

Entertainment | Rabu, 03 September 2025 | 17:40 WIB

Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach, dan Ahmad Sahroni Tertulis Mantan Anggota DPR di Google

Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach, dan Ahmad Sahroni Tertulis Mantan Anggota DPR di Google

Entertainment | Rabu, 03 September 2025 | 17:36 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×