Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?

Bella | Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 21:02 WIB
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
Ilustrasi nenek saudah melawan mafia tambang emas ilegal. (Suara.com)
  • Nenek Saudah (68) dikeroyok di Pasaman, Sumbar, pada 1 Januari 2026 karena menentang tambang emas ilegal.
  • Aktivitas PETI di Batang Air Sibinail menyebabkan pencemaran lingkungan dan berpotensi mengancam sumber kehidupan warga.
  • Aparat menangkap satu pelaku, namun aktivis menduga ada upaya melindungi aktor besar di balik kekerasan ini.

Suara.com - Gelap pekat menyelimuti tepian Batang Air Sibinail, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, pada Kamis, 1 Januari 2026 dini hari. Dari rimbun semak-semak, sesosok tubuh ringkih bersimbah darah merangkak di atas tanah basah.

Dengan sisa-sisa tenaga, ia menyeret tubuhnya sejauh 200 meter kembali ke rumah. Sosok itu adalah Nenek Saudah, seorang lansia berusia 68 tahun. Ia akhirnya ambruk tak sadarkan diri tepat di depan pintu rumahnya, ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi mengenaskan.

Malam pergantian tahun itu seharusnya menjadi momen perayaan. Namun, bagi Nenek Saudah, malam tersebut justru menjadi saksi bisu kebrutalan. Ia dikeroyok oleh sekelompok orang karena diduga menentang aktivitas tambang emas ilegal yang berbatasan dengan tanahnya.

Lantas, mengapa seorang nenek harus menjadi target kekerasan hanya karena menjaga tanahnya? Dan mengapa para penambang ilegal bisa begitu berkuasa hingga berani melakukan tindakan yang nyaris menghilangkan nyawa?

Batang Air Sibinail: Alasan Perlawanan Nenek Saudah

Perlawanan Nenek Saudah bukanlah tanpa alasan. Menurut penelusuran WALHI Sumatera Barat, lokasi tambang berada di Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, tepat di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan yang mengalir hingga ke Provinsi Riau.

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sana telah mengubah Batang Air Sibinail menjadi bom waktu ekologis.

"Sebagian besar aktivitas PETI ini berada di badan sungai dan di dalam sungai," ungkap Staf Divisi Kajian WALHI Sumbar, Tommy Adam, kepada Suara.com, Kamis (8/1/2026).

Dengan bukaan lahan lebih dari 100 hektare, kualitas air sungai diduga kuat telah tercemar merkuri dan jauh melampaui baku mutu lingkungan. Bagi Nenek Saudah, mempertahankan tanahnya berarti mempertahankan sumber kehidupan terakhir dari kerusakan total.

Kisah kekerasan itu bermula pada sore hari, saat Nenek Saudah mendatangi para pekerja tambang dan berhasil menghentikan aktivitas mereka di tanahnya. Namun, selepas magrib, mereka kembali.

Saat sang nenek mencoba melarang lagi, ia justru disambut lemparan batu, dikeroyok, dipukuli hingga pingsan, lalu tubuhnya dibuang ke semak-semak karena dikira telah meninggal. Pihak kepolisian bergerak cepat dan menangkap satu orang pelaku berinisial IS (26), yang disebut masih kerabat korban.

Polda Sumbar membantah adanya dugaan praktik tambang emas ilegal di balik kasus ini. Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Pasaman, mereka mengklaim kasus ini dilatarbelakangi “konflik tanah kaum”.

Namun, narasi ini ditolak mentah-mentah oleh para aktivis dan keluarga. LBH Padang dan PBHI Sumatera Barat mencium adanya upaya pengerdilan kasus atau downplaying.

Mereka juga mempertanyakan mengapa kasus brutal ini hanya dijerat pasal pengeroyokan biasa, bukan percobaan pembunuhan.

"Fakta bahwa pelaku membuang tubuh korban ke semak/sungai setelah menganiayanya secara brutal menunjukkan adanya niat untuk menghilangkan nyawa (mens rea)," tegas Ketua PBHI Sumbar, Ihsan Riswandi.

WALHI Sumbar bahkan melihat adanya kejanggalan serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pedas Ryaas Rasyid: Jakarta yang Obral Izin, Daerah yang Dapat Banjirnya

Kritik Pedas Ryaas Rasyid: Jakarta yang Obral Izin, Daerah yang Dapat Banjirnya

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 18:16 WIB

Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi

Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 00:32 WIB

7 Tanda Kamu Nggak Dihargai di Tempat Kerja, Mungkin Sudah Saatnya Resign!

7 Tanda Kamu Nggak Dihargai di Tempat Kerja, Mungkin Sudah Saatnya Resign!

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:42 WIB

Gonta-ganti Kemasan dan Lingkaran Mati Konservasi Lingkungan

Gonta-ganti Kemasan dan Lingkaran Mati Konservasi Lingkungan

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 08:00 WIB

Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Marak, Ancaman Banjir Bandang Datang

Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Marak, Ancaman Banjir Bandang Datang

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 08:04 WIB

Gaya Hidup Minimalis: Solusi Hidup Tenang Sekaligus Menjaga Kelestarian Alam

Gaya Hidup Minimalis: Solusi Hidup Tenang Sekaligus Menjaga Kelestarian Alam

Your Say | Senin, 05 Januari 2026 | 15:19 WIB

Menperin Beri Bocoran Insentif Otomotif 2026, Tak Mau Bikin Negara 'Cekak'

Menperin Beri Bocoran Insentif Otomotif 2026, Tak Mau Bikin Negara 'Cekak'

Otomotif | Senin, 05 Januari 2026 | 14:25 WIB

DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi

DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 15:28 WIB

Berkat Ribuan Pasukan Oranye, Jakarta Kembali Kinclong Usai Malam Tahun Baru 2026

Berkat Ribuan Pasukan Oranye, Jakarta Kembali Kinclong Usai Malam Tahun Baru 2026

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 12:12 WIB

Bahlil Tegaskan Perang Total Lawan Mafia Tambang

Bahlil Tegaskan Perang Total Lawan Mafia Tambang

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 20:45 WIB

Terkini

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:29 WIB

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:24 WIB

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:52 WIB

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB