Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?

Bella | Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 21:33 WIB
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
llustrasi lingkaran setan di balik seragam polisi. (Suara.com/Syahda)
  • Bripda Dirja Pratama diduga dianiaya seniornya, Bripda P, di Asrama Polda Sulsel pada 22 Februari 2026 karena masalah hirarki.
  • Kasus ini menyoroti budaya senioritas dan hazing yang masih hidup, serta kurangnya pengawasan melekat di lingkungan asrama polisi.
  • Pimpinan institusi didesak melakukan reformasi kultural menyeluruh, terutama dalam kurikulum pendidikan, bukan sekadar menindak pelaku.

Suara.com - Minggu, 22 Februari 2026 pagi, seharusnya berjalan tenang di Asrama Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan. Namun bagi Aipda Muhammad Jabir, hari itu menjadi awal duka yang tak pernah ia bayangkan.

Putranya, Bripda Dirja Pratama—anggota muda yang baru setahun mengenakan seragam Polri—dilarikan ke RSUD Daya Makassar dalam kondisi tak sadarkan diri. Beberapa jam sebelumnya, Dirja masih sempat menelepon ibunya. Suaranya terdengar ceria. Tak ada keluhan. Tak ada tanda bahaya.

Namun suasana di rumah sakit membuyarkan semua narasi awal yang diterima keluarga. Jabir melihat sendiri luka lebam di tubuh anaknya. Darah keluar dari mulut Dirja. Cerita tentang 'jatuh sakit' atau 'pingsan' tak lagi masuk akal.

"Istri saya bilang kemarin dia baik-baik saja. Lalu di rumah sakit, ada darah keluar dari mulut," ungkap Jabir dengan suara bergetar.

Versi lain yang menyebut korban membentur-benturkan kepalanya sendiri runtuh. Kurang dari 24 jam, Bidang Propam Polda Sulsel menetapkan Bripda P—senior Dirja—sebagai tersangka utama.

Dirja tidak jatuh. Ia diduga dirobohkan oleh seniornya sendiri, di asrama yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang anggota polisi.

Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo, menambahkan bahwa motifnya adalah masalah hirarki.

"Motif adalah masalah hirarki seniornya marah karena si junior (korban) dipanggil menghadap tidak mau menghadap dan pada saat sholat subuh dijemput dan dianiaya di pukuli," kata Djuhandhani.

Antara Disiplin dan Kekerasan

Kasus Dirja bukan sekadar insiden individual. Ia membuka kembali persoalan laten di tubuh Polri: batas tipis antara pendisiplinan dan penganiayaan yang kerap dikaburkan dalam kultur asrama.

Pengamat kepolisian dari ISSES, Bambang Rukminto, menilai praktik hazing atau perploncoan masih hidup dalam budaya senioritas yang salah kaprah. Siklusnya berulang: junior yang hari ini menjadi korban, berpotensi menjadi pelaku saat mereka naik tingkat.

Di satuan taktis seperti Samapta, kekerasan fisik masih sering dianggap sebagai cara cepat “membentuk mental”. Padahal, pendekatan semacam itu dinilai justru melahirkan dampak destruktif.

"Kurikulum pendidikan Polri pasca-pemisahan TNI-Polri tak banyak berubah. Masih banyak mengedepankan fisik daripada pengembangan kepribadian yang humanis dan melek HAM," jelas Bambang kepada Suara.com.

Akibatnya, pola kekerasan berisiko terbawa bukan hanya di internal, tetapi juga dalam praktik pelayanan kepada masyarakat.

Lubang Hitam Pengawasan

Tragedi ini juga menyorot persoalan pengawasan. Penganiayaan diduga terjadi di lingkungan asrama, pada jam-jam rawan. Pertanyaan pun mengemuka: di mana komandan atau perwira piket saat itu?

Konsep supervisory liability—pertanggungjawaban komando—kembali dipertanyakan.

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, mengingatkan bahwa Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat (Waskat) tak boleh berhenti sebagai aturan administratif.

"Kalau anak buah yang salah, yang bisa dimintai pertanggungjawaban juga termasuk komandannya. Pengawasan itu harus berjalan efektif, bukan formalitas," tegas Anam.

Kerap kali, institusi baru bergerak cepat setelah kasus mencuat di ruang publik. Fenomena “No Viral, No Justice” menjadi cermin adanya sumbatan dalam sistem audit internal yang seharusnya mampu mendeteksi kekerasan sejak dini.

Menakar Komitmen Reformasi Kultural

Infografis lingakaran setan kekerasan di balik seragam polisi. (Suara.com/Syahda)
Infografis lingakaran setan kekerasan di balik seragam polisi. (Suara.com/Syahda)

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan etik dan pidana yang melibatkan anggota Polri. Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan, memberi peringatan keras kepada pimpinan Korps Bhayangkara.

"Fakta ini tak bisa disanggah lagi. Itulah realitas kultural Polri yang harus segera direformasi. Kuncinya ada di tangan Pak Kapolri, segera ambil alih ini," ujar Hinca.

Ia mendesak seluruh oknum yang terlibat ditarik ke Penempatan Khusus (Patsus) dan diproses pidana secara transparan.

Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo, telah menyatakan tidak akan ada kompromi bagi Bripda P, termasuk ancaman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Namun, penindakan terhadap satu pelaku dinilai belum cukup untuk memutus mata rantai kekerasan.

Reformasi menyeluruh, terutama pada kurikulum pendidikan pembentukan (Diktuk), dinilai menjadi kunci. Bambang menegaskan perubahan harus menyentuh substansi.

"Disiplin Polri tidak harus keras, tetapi tegas dan konsisten," katanya.

Kini publik menunggu: apakah tragedi Dirja akan menjadi titik balik reformasi kultural, atau sekadar satu lagi kasus yang tenggelam seiring waktu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik

Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:23 WIB

Aksi Kamisan Yogyakarta: Soroti Kekerasan Aparat di Tual dan Penghormatan bagi John Tobing

Aksi Kamisan Yogyakarta: Soroti Kekerasan Aparat di Tual dan Penghormatan bagi John Tobing

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 20:18 WIB

Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah

Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:54 WIB

Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat

Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:55 WIB

Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum

Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:32 WIB

Marak Kasus Kekerasan, Aparat Akan Diberi Pelatihan Hak Asasi Manusia Agar Lebih Humanis

Marak Kasus Kekerasan, Aparat Akan Diberi Pelatihan Hak Asasi Manusia Agar Lebih Humanis

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:24 WIB

Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah

Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:49 WIB

Fakta Baru Kasus SPBU Cipinang, Polisi Ungkap Pelat Nomor Pelaku

Fakta Baru Kasus SPBU Cipinang, Polisi Ungkap Pelat Nomor Pelaku

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:27 WIB

Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!

Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 21:21 WIB

Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!

Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!

Entertainment | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:20 WIB

Terkini

Cerita Warga Gang Haji Jeni Bangun Smart Security: Punya CCTV, Panic Button hingga GPS Tracker

Cerita Warga Gang Haji Jeni Bangun Smart Security: Punya CCTV, Panic Button hingga GPS Tracker

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:58 WIB

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:13 WIB

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:02 WIB

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:33 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB