Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

BI Kenalkan Uang Rupiah lewat Permainan Anak

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 15 Juli 2025 | 08:48 WIB
BI Kenalkan Uang Rupiah lewat Permainan Anak
Pameran “Bentengan” di Museum Bank Indonesia (MuBI), di Jakarta, Selasa (15/7/2025). [Suara.com/Rina]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mengedukasi anak-anak untuk mengenal uang rupiah, agar mereka bisa mengetahui sistem pembayaran di Indonesia.

Salah satunya yang dilakukan yakni mengajak anak-anak untuk menelusuri evolusi uang rupiah, melalui permainan interaktif dalam pameran “Bentengan” di Museum Bank Indonesia (MuBI). 

Pameran  diselenggarakan mulai 15 Juli hingga 14 September 2025.

Melalui pameran ini, MuBI menghadirkan kembali berbagai permainan dari masa lalu hingga masa kini, sekaligus mengenalkan alat pembayaran yang digunakan pada setiap era.

“Tujuan pameran adalah mengajak anak-anak untuk bermain. Bermain itu penting bagi anak-anak, sehingga mereka mengetahui bagaimana bekerja sama dengan kawan-kawan. Selain itu, tentunya mengenalkan bagaimana sistem pembayaran,” kata Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan saat pembukaan pameran di MuBI, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Junanto mencatat, anak-anak menyumbang lebih dari 51 persen pengunjung MuBI, mulai dari berbagai jenjang sekolah. Antusiasme ini menunjukkan minat generasi muda terhadap sejarah ekonomi bangsa.

Apalagi, pameran ini mengangkat sebuah tema, bagaimana permainan anak-anak berevolusi dari masa ke masa. Bukan hanya mainannya saja, karena di setiap mainan ada ceritanya.

Salah satu cerita adalah bagaimana sistem pembayaran itu juga berevolusi dari masa ke masa.

"Jadi kalau teman-teman semuanya lihat sini, hadir, nonton, saksikan bagaimana di setiap mainan itu ada uang di sebelahnya. Itu uang yang berlaku pada saat permainan itu berada,” bebernya.

baca juga

Saat mengunjunginya, Anda akan masuk dalam  ruang pameran “Bentengan” terbagi menjadi beberapa zona waktu, dimulai dari zona digital (tahun 2000 hingga sekarang). 

Hal ini tentunya  merepresentasikan realitas anak-anak masa kini yang mulai kehilangan ruang untuk bermain fisik dan lebih terbiasa dengan dunia digital.

Teknologi membuat aktivitas bermain bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, yang secara bersamaan juga mengubah cara mereka dalam menggunakan uang untuk bertransaksi. 

Sistem pembayaran tak lagi dalam bentuk uang fisik, tetapi hadir dalam bentuk digital seperti QRIS, e-wallet (dompet digital), dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK).

Meski serba digital, uang fisik tetap menjadi opsi yang juga ditampilkan dalam ruang pameran mencakup uang rupiah kertas Rp 1.000 (Tanpa Seri 2000), Rp 5.000 (2001), Rp 10.000 (2010), Rp 2.000 (2016), Rp 20.000 dan Rp 100.000 (2022), serta Rp 50.000 (2016).

Selanjutnya, zona analog (1970 hingga 1990-an) yang menggambarkan masa ketika anak-anak masih banyak bermain di luar rumah dan mulai mengenal uang tunai sebagai alat tukar untuk membeli mainan atau jajanan. 

Periode ini juga ditandai dengan kehadiran produk Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional).

Ilustrasi bank Indonesia
Ilustrasi bank Indonesia

Koleksi uang yang ditampilkan dalam zona ini meliputi Rp 1 (Seri Soedirman 1968), Rp 1 (Koin, 1970), Rp 100 (Tanpa Seri, 1977), Rp 5 (Koin, 1971), Rp 100 (Tanpa Seri, 1984), Rp 100 dan Rp 500 (Tanpa Seri, 1992), Rp 1.000 Koin (1991), Rp 5.000 (Tanpa Seri, 1992), dan Rp 10.000 (Tanpa Seri, 1998).

Narasi zona ini turut diperkuat dengan elemen budaya populer seperti lagu “Abang Tukang Bakso” yang mencerminkan pengalaman ekonomi masa kecil serta kampanye “Aku Cinta Rupiah”.

Kemudian zona tradisional (1945-1969) menghadirkan era ketika anak-anak bermain di ruang terbuka dengan membuat mainan sendiri dari bahan alam sekitar. Permainan sarat nilai moral dan dilakukan secara kolektif.

Koleksi numismatik yang ditampilkan berasal dari masa awal kemerdekaan yakni 1 Sen dan 5 Sen (ORI, 1946), 5 Sen dan 10 Sen (Koin, 1951, 1954, 1957), 1 Sen dan 50 Sen (Koin, 1963), serta 5 Sen dan 10 Sen (Seri Dwikora, 1965).

Selain koleksi uang, zona ini turut menampilkan koleksi prangko bertema anak-anak yang digunakan dalam berkomunikasi pada era tersebut. 

Terakhir yaitu zona koda yang menjadi penutup pameran, merefleksikan bagaimana dunia anak-anak turut menjadi perhatian Bank Indonesia.

Koleksi pada zona ini menampilkan uang bertema anak dan edisi khusus, antara lain: Rp 5 (Koin, Seri Keluarga Berencana 1974), Rp 10 (Koin, Seri Tabanas 1975, 1980), Rp 10.000 (Tanpa Seri, 1992), Rp 200.000 dan Rp 10.000 (Seri Save The Children, 1990), Rp 20.000 (Tanpa Seri, 1998), Rp 150.000 dan Rp 10.000 (Seri Save The Children, 1999), serta Rp 75.000 (UPK Seri 75 Tahun Kemerdekaan Indonesia, 2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,5 Persen Demi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,5 Persen Demi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 15:37 WIB

Segera Diperiksa Kasus CSR, KPK Surati Anggota Dewan Gubernur BI Filianingsih Hendarta

Segera Diperiksa Kasus CSR, KPK Surati Anggota Dewan Gubernur BI Filianingsih Hendarta

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 15:20 WIB

KPK Periksa 3 Saksi dari Sekretariat Komisi XI DPR dalam Kasus CSR BI

KPK Periksa 3 Saksi dari Sekretariat Komisi XI DPR dalam Kasus CSR BI

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 14:22 WIB

Bank Amar Minta Waktu untuk Turunkan Suku Bunga

Bank Amar Minta Waktu untuk Turunkan Suku Bunga

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 20:36 WIB

Survei BI Sebut Indeks Keyakinan Konsumen Loyo, Ini Faktornya

Survei BI Sebut Indeks Keyakinan Konsumen Loyo, Ini Faktornya

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 19:09 WIB

Stabilkan Ekonomi, BI Jaga Posisi Investasi dan Cadangan Devisa di Tengah Tekanan Global

Stabilkan Ekonomi, BI Jaga Posisi Investasi dan Cadangan Devisa di Tengah Tekanan Global

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 14:46 WIB

Terkini

Tepis Isu Dibawa ke Jawa, ESDM Tegaskan Gas Blok Andaman Prioritas untuk Aceh

Tepis Isu Dibawa ke Jawa, ESDM Tegaskan Gas Blok Andaman Prioritas untuk Aceh

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:32 WIB

Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh

Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:32 WIB

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:31 WIB

Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?

Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:28 WIB

TNI AD Tegaskan Babinsa Tak Punya Wewenang Awasi Wajib Pajak, Publik Diminta Tak Resah

TNI AD Tegaskan Babinsa Tak Punya Wewenang Awasi Wajib Pajak, Publik Diminta Tak Resah

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:27 WIB

Posisi Duduk di Sidang Kabinet Disorot, Gerindra Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak

Posisi Duduk di Sidang Kabinet Disorot, Gerindra Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23 WIB

Eksekusi Cambuk di Simeulue, Dua Terhukum Jalani Hukuman di Depan Umum

Eksekusi Cambuk di Simeulue, Dua Terhukum Jalani Hukuman di Depan Umum

Sumut | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:22 WIB

Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN

Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:22 WIB

5 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Sudah Support NFC, Mulai Rp1 Jutaan

5 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Sudah Support NFC, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:21 WIB

Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI

Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:19 WIB

×