Ratusan Warga Sakit, Amerika Serikat Laporkan Wabah Salmonella Dadakan

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 22 September 2021 | 12:12 WIB
Ratusan Warga Sakit, Amerika Serikat Laporkan Wabah Salmonella Dadakan
Ilustrasi bakteri salmonella. (Pixabay)

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat menyebut saat ini, tengah berlangsung wabah Salmonella di sejumlah negara bagian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah mendeteksi adanya wabah salmonella di 25 negara bagian. Wabah tersebut diduga berasal dari sumber makanan yang tidak diketahui.

CDC mengatakan bahwa awalnya wabah hanya terdeteksi sebanyak 20 infeksi salmonella oranienburg pada 2 September. Namun, sejak itu wabah terus berkembang pesat.

Pada Rabu (15/9) lalu, tercatat 127 orang terinfeksi Salmonella selama rentang waktu 3 Agustus hingga 1 September 2021. Orang yang berusia kurang dari satu tahun hingga 82 tahun telah terinfeksi. Rata-rata berusia 33 tahun dengan 59 persen di antaranya adalah perempuan.

Dari 49 orang dengan informasi yang tersedia, CDC menulis bahwa 18 di antaranya dirawat di rumah sakit. Juga tidak ada kematian yang dilaporkan.

"Jumlah sebenarnya orang sakit dalam wabah kemungkinan jauh lebih tinggi daripada jumlah yang dilaporkan, dan wabah mungkin tidak terbatas pada negara bagian dengan penyakit yang diketahui. Ini karena banyak orang sembuh tanpa perawatan medis dan tidak diuji Salmonella," kata CDC dikutip dari Fox News.

Selain itu, populasi yang baru terinfeksi juga kemungkinan belum dilaporkan karena biasanya diperlukan waktu 3 hingga 4 minggu untuk menentukan apakah orang yang sakit termasuk bagian dari wabah.

Untuk mengetahui sumber wabah, pejabat kesehatan negara bagian dan lokal mewawancarai orang sakit mengenai makanan yang dikonsumsi selama seminggu sebelum infeksi.

CDC mencatat, ada beberapa kelompok orang yang makan di restoran yang sama dan jatuh sakit. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS menganalisis catatan yang dikumpulkan dari lokasi restoran.

Saat penyelidikan berlanjut, pejabat kesehatan masyarakat menggunakan sistem PulseNet, yang mengelola database nasional sidik jari DNA bakteri yang menyebabkan penyakit bawaan makanan, untuk mengidentifikasi penyakit yang dapat menjadi bagian dari wabah.

Selain itu, menggunakan sekuensing seluruh genom, CDC menemukan bahwa bakteri dari sampel orang sakit terkait erat secara genetik, yang berarti bahwa orang yang terkena wabah kemungkinan sakit karena makanan yang sama.

"Analisis bakteri WGS dari 98 sampel orang tidak memprediksi resistensi terhadap antibiotik apa pun. Pengujian kerentanan antibiotik standar oleh laboratorium National Antimicrobial Resistance Monitoring System (NARMS) CDC saat ini sedang berlangsung," kata CDC.

Gejala salmonella biasanya muncul sejak enam jam hingga enam hari setelah infeksi. Meski begitu, kebanyakan orang bisa sembuh tanpa pengobatan setelah empat sampai tujuh hari.

Meskipun beberapa, termasuk anak-anak di bawah 5 tahun, orang dewasa 65 tahun ke atas, juga orang dengan sistem kekebalan yang lemah, mungkin mengalami lebih penyakit parah. Gejala-gejalanya termasuk diare, demam, dan kram perut.

Pencegahan salmonella sebenarnya cukup rajin mencuci tangan, peralatan makan, permukaan, membilas buah dan sayuran, menyimpan makanan yang tidak akan dimasak terpisah dari daging mentah, unggas dan makanan laut, menggunakan termometer makanan dan memastikan makanan telah dimasak pada suhu tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

News | Senin, 06 April 2026 | 15:53 WIB

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:40 WIB

Banjir Sumatra Picu Risiko Penyakit Menular, Kemenkes Dorong Imunisasi Darurat

Banjir Sumatra Picu Risiko Penyakit Menular, Kemenkes Dorong Imunisasi Darurat

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:06 WIB

Bahaya Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus, Biang Kerok Keracunan MBG di Jabar

Bahaya Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus, Biang Kerok Keracunan MBG di Jabar

Lifestyle | Selasa, 30 September 2025 | 10:07 WIB

MBG di Bogor Diduga Mengandung E. Coli dan Salmonella, Ketahui Bahayanya Bagi Tubuh Manusia

MBG di Bogor Diduga Mengandung E. Coli dan Salmonella, Ketahui Bahayanya Bagi Tubuh Manusia

News | Rabu, 14 Mei 2025 | 13:40 WIB

4 Film Tentang Wabah Penyakit yang Wajib Kamu Tonton, Ngeri Banget!

4 Film Tentang Wabah Penyakit yang Wajib Kamu Tonton, Ngeri Banget!

Your Say | Senin, 21 April 2025 | 18:07 WIB

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Tekno | Minggu, 26 Januari 2025 | 18:06 WIB

Wabah Baru Ancam India, Virus HMPV Serang Bayi

Wabah Baru Ancam India, Virus HMPV Serang Bayi

News | Selasa, 07 Januari 2025 | 01:15 WIB

Apa Itu Influenza A dan HMPV? Bikin Geger usai Isu Wabah Virus Mirip Covid di Tiongkok

Apa Itu Influenza A dan HMPV? Bikin Geger usai Isu Wabah Virus Mirip Covid di Tiongkok

Lifestyle | Senin, 30 Desember 2024 | 17:06 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB