Petani Cabai Dijegal Preman, Ini Tanggapan Menteri Perdagangan

Ruben Setiawan

Kamis, 09 Juli 2015 | 05:59 WIB
Petani Cabai Dijegal Preman, Ini Tanggapan Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menerima keluhan petani cabai di sentra produksi Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat terkait premanisme, yakni dihalangi saat ingin menjual cabai secara langsung ke pasar.

"Kalau tadi diberitahu baru-baru ini ada upaya-upaya para preman supaya mereka (petani) tidak boleh masuk ke pasar untuk menjaga supaya pasar itu naik harganya," katanya di sela-sela kunjungan kerja dan penjualan perdana perdagangan antarpulau sentra cabai, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu.

Ia mengatakan premanisme yang diadukan petani tersebut diduga untuk mempengaruhi harga cabai di pasaran agar suplai berkurang dan harga cabai naik.

"Ya bisa saja pengusaha menggunakan dengan premanisme atau apa, bisa saja demikian, maka saya akan laporkan ini untuk pengamanan," ujarnya seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan hampir semua akses menuju kawasan pasar berpotensi dengan adanya orang-orang yang menghalangi petani mendistribusikan langsung hasil pertaniannya di pasar.

"Hampir di semua mau masuk pasar, jadi itu ada semacam premanisme yang harus diberantas di situ ya," katanya.

Ia mengatakan dari laporan petani setempat, ia mengatakan kenaikan harga bukan hanya dipicu oleh rantai distribusi yang panjang namun juga ada pihak-pihak tertentu yang ingin membuat harga tidak stabil.

"Itu tata niaga yang panjang satu, yang kedua ketika barang dikirim ke pasar mereka (petani) tidak boleh masuk ke pasar, mereka disuruh pulang," ujarnya.

Ia mengklaim pasokan bahan pokok seperti cabai saat ini cukup, untuk itu, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana persoalan distribusi dari sentra produksi sampai ke pasar.

"Kalau melihat seperti sekarang ini (produksi cabai di sentra produksi Perbawati), di daerah lain juga ada, saya yakin menurut saya mestinya cukup, mungkin ada lebih. Persoalannya sekarang kalau sudah produksinya cukup berarti masalah suplainya sampai di pasar," katanya.

Oleh karena itu, selain dari segi pengamanan, ia mengatakan agar peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok seperti cabai semakin ditingkatkan.

"Bulog kita harus perankan lebih besar lagi sehingga Bulog yang menyerap, Bulog mempunyai tempat penyimpanan dan Bulog juga mempunyai tempat di pasar-pasar sehingga ini juga memotong rantai distribusi yang panjang," katanya.

Salah satu petani setempat yang bernama Taufik menyampaikan keluhan terkait petani di wilayahnya yang tidak dapat menjual hasil panen ke pasar secara langsung.

"Mereka (petani) tersendat masuk pasar karena dihalangi, mungkin dengan seperti itu suplai dari kebun kurang, harga naik," katanya.

Ia mengharapkan pemerintah dapat membantu petani untuk menjual hasil panen secara lansung tanpa melalui tengkulak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendag Busan Resmi Tutup TEI ke-41, Potensi Transaksi Capai USD 22,94 Miliar

Mendag Busan Resmi Tutup TEI ke-41, Potensi Transaksi Capai USD 22,94 Miliar

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:46 WIB

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:11 WIB

RI Kejar Tanda Tangan Dagang dengan Uni Eropa, Target Berlaku 2027

RI Kejar Tanda Tangan Dagang dengan Uni Eropa, Target Berlaku 2027

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Bulog Belum Dapat 100% Kuota, Minyakita Masih Rp20 Ribu

Bulog Belum Dapat 100% Kuota, Minyakita Masih Rp20 Ribu

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 19:30 WIB

Harga Minyak Tembus US$100, Neraca Dagang RI Terancam Jebol

Harga Minyak Tembus US$100, Neraca Dagang RI Terancam Jebol

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:35 WIB

Erupsi Anak Krakatau Belum Ganggu Harga Pangan, Tapi Risiko Pasokan Mengintai

Erupsi Anak Krakatau Belum Ganggu Harga Pangan, Tapi Risiko Pasokan Mengintai

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 14:36 WIB

Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok

Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:10 WIB

Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Komoditas yang Diperdagangkan di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Ditetapkan OJK

Komoditas yang Diperdagangkan di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Ditetapkan OJK

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:24 WIB

Diserap untuk MBG, Harga Ayam Justru Meroket Jadi Rp38.000/kg

Diserap untuk MBG, Harga Ayam Justru Meroket Jadi Rp38.000/kg

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Opini | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Polisi Tangkap Pembunuh Ibu-Anak di Madiun, Jasad Korban Digiling Pakai Mesin Daging

Polisi Tangkap Pembunuh Ibu-Anak di Madiun, Jasad Korban Digiling Pakai Mesin Daging

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:22 WIB

×